KABAR BIREUEN, Juli – Para korban banjir dan tanah longsor di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, menolak direlokasi. Mereka berharap, Pemerintah melanjutkan membangun hunian tetap (huntap).
Hal itu diungkapkan Camat Juli, Hendri Maulana, SIP kepada Kabar Bireuen saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan huntap di Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, Rabu (7/1/2026).
BACA JUGA: Huntap untuk Korban Banjir Sumatra, Perdana Dibangun di Bireuen
“Rata-rata masyarakat korban yang kami tanya tidak mau direlokasi. Mereka tetap ingin bertahan di tempat asalnya dengan berbagai alasan,” ungkap Camat Hendri.
Kata Camat Hendri, yang sangat diharapkan oleh masyarakat korban banjir saat ini adalah huntap. Dan sebagian korban sudah menyiapkan dokumen kepemilikan tanah atau alas hak agar segera dibangun rumah mereka.
BACA JUGA: Bukan Menolak, Warga Balee Panah Tegaskan Sangat Butuh Huntara
“Sekitar 200 KK sudah menyerahkan surat tanah, baik sertifikat hak milik, akta jual beli maupun surat keterangan dari keuchik. Karena syarat untuk dibangun rumah harus memiliki tanah,” terang mantan Camat Simpang Mamplam ini.
Pemerintah, jelas Hendri, tidak mengalokasikan anggaran untuk penyediaan tanah, tetapi disediakan mandiri atau ada kebijakan di tingkat gampong.
BACA JUGA: Korban Banjir di Balee Panah Berharap Tidak Direlokasi ke Luar Gampong
“Kalau lahan milik Pemerintah (Pemkab Bireuen) hanya ada di Ranto Panyang dan Krueng Simpo. Tetapi tidak ada satu pun yang mau direlokasi jauh dari gampong asal,” pungkasnya. (Rizanur)










