Kamis, 21 Mei 2026

Air Sumur Warga Gampong Kapa Tak Layak Konsumsi

KABAR BIREUEN, Peusangan – Masyarakat Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, dilaporkan masih kesulitan air. Pasalnya, air sumur di desa berpenduduk 129 Kepala Keluarga (KK) itu tidak layak konsumsi.

Hal tersebut diungkapkan Keuchik Gampong Kapa, Evendi, SPd MPd yang ditemui Kabar Bireuen di Meunasah Gampong Kapa, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, pascabencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025, rata-rata sumur warga rusak karena tertimbun material banjir.

Sampai saat ini, kata Keuchik Evendi, sebagian warga belum membersihkan sumurnya dari endapan lumpur karena terkendala biaya.

“Bagi warga yang mampu sudah dibersihkan (sumur). Sementara warga berpenghasilan pas-pasan harus bersabar menunggu ada bantuan dari donatur atau relawan,” katanya.

Jebolan magister (S2) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini yang didampingi Sekretaris Gampong (Sekdes) Kapa, Sofyan menerangkan, sumur cincin di desanya sudah lama tidak layak lagi untuk konsumsi. Bukan karena terdampak material banjir.

“Kondisi airnya keruh, seperti mengandung minyak dan karang. Kalau airnya dimasak tampak berbekas seperti karang,” imbuh Sekdes Kapa.

Sebutnya, baru-baru ini tim dari Dinas Kesehatan melakukan uji laboratorium air sumur.

“Hasil laboratorium jelas dinyatakan air sumur di sini tidak layak konsumsi,” kata Sekdes Sofyan.

Meskipun demikian, lanjutnya, warga saat ini tidak ada pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih maupun air untuk konsumsi.

Sebelum banjir dan tanah longsor melanda, warga mengandalkan PDAM Krueng Peusangan untuk kebutuhan air. Namun, pascabencana dahsyat itu, suplai air bersih ke sejumlah kecamatan dari Perumda milik Pemerintah Kabupaten Bireuen ini terhenti akibat mesin dan peralatan pengolahan air turut diterjang banjir.

“Walaupun air sumur tidak layak konsumsi, ada juga warga yang tetap mengonsumsinya, daripada tidak ada air sama sekali,” ungkap Keuchik Pen, panggilan Evendi.

Pascabencana, lanjutnya, di Gampong Kapa sudah ada bantuan sumur bor dari swasta, namun belum menjangkau ke tiap-tiap rumah.

“Untuk kebutuhan air minum, sekarang masyarakat mengambil dari sumur bor, itu pun mengangkut menggunakan ember atau galon air mineral. Tetapi, untuk kebutuhan lain, seperti mandi, cuci pakaian dan lainnya ini tidak mungkin juga diangkut, karena kebutuhannya pasti banyak,” terang Evendi yang juga dosen Universitas Almuslim (Umuslim).

Dampak sumur rusak, sebutnya lagi, warga kesulitan untuk membersihkan rumahnya dari endapan lumpur banjir.

Menurutnya, masih banyak rumah warga belum dibersihkan dari lumpur karena terkendala air.

“Jadi, warga kami bukan tidak membersihkan rumahnya. Tetapi sumber airnya sekarang yang jadi masalah. Kalau lumpur sudah dikuras dari sumur, baru bisa dibersihkan rumah,” katanya.

Ia sangat berharap, Pemerintah mempercepat pemulihan suplai air dari PDAM.

“Kalau air PDAM sudah lancar seperti sebelum banjir, baru aman kebutuhan air,” pungkasnya. (Rizanur)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sekda Aceh Apresiasi Universitas Almuslim, Tegaskan Mahasiswa Berorganisasi Tetap Bisa Berprestasi

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, S.IP, MPA, menghadiri sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Almuslim atas konsistensinya dalam...

Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai Upaya Pemerataan Pendidikan Nasional

0
Oleh: Ikrima Maulida Akademisi Universitas Samudra PENDIDIKAN merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia masih menjadi persoalan...

FLS3N SD Tingkat Kabupaten Bireuen Berakhir, Ini Juaranya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, berakhir sukses FLS3N yang digelar...

Wakil Bupati Bireuen Buka Forum Konsultasi Publik Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bireuen, menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP). Kegiatan dalam rangka penyelenggaraan...

Pemkab Bireuen Peringati Harkitnas 2026, Soroti Perlindungan Anak di Era Digital

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menggelar upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Kantor Pusat Pemerintahan...

KABAR POPULER

Lima Jabatan Tinggi Pratama dan 15 Administrator di Pemkab Bireuen Kosong, Ini Penyebabnya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Lima jabatan tinggi pratama (eselon II) dan 15 jabatan administrator (eselon III) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen saat ini...

Ilham Sakubat Tolak Berdamai dengan Anderson, Proses Hukum Tetap Berlanjut

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) yang menjerat Zarkasyi alias Anderson terus bergulir di Polres...

Ratusan Peserta Didik Ikuti FLS3N SD Tingkat Kabupaten Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) unjuk talenta di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat...

FLS3N SD Tingkat Kabupaten Bireuen Berakhir, Ini Juaranya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, berakhir sukses FLS3N yang digelar...

11 Atlet Kempo Bireuen Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Sebanyak 11 atlet Kempo Bireuen sukses lolos ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Aceh Jaya. Keberhasilan tersebut setelah 11...