Air Sumur Warga Gampong Kapa Tak Layak Konsumsi

KABAR BIREUEN, Peusangan – Masyarakat Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, dilaporkan masih kesulitan air. Pasalnya, air sumur di desa berpenduduk 129 Kepala Keluarga (KK) itu tidak layak konsumsi.

Hal tersebut diungkapkan Keuchik Gampong Kapa, Evendi, SPd MPd yang ditemui Kabar Bireuen di Meunasah Gampong Kapa, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, pascabencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025, rata-rata sumur warga rusak karena tertimbun material banjir.

Sampai saat ini, kata Keuchik Evendi, sebagian warga belum membersihkan sumurnya dari endapan lumpur karena terkendala biaya.

“Bagi warga yang mampu sudah dibersihkan (sumur). Sementara warga berpenghasilan pas-pasan harus bersabar menunggu ada bantuan dari donatur atau relawan,” katanya.

Jebolan magister (S2) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini yang didampingi Sekretaris Gampong (Sekdes) Kapa, Sofyan menerangkan, sumur cincin di desanya sudah lama tidak layak lagi untuk konsumsi. Bukan karena terdampak material banjir.

“Kondisi airnya keruh, seperti mengandung minyak dan karang. Kalau airnya dimasak tampak berbekas seperti karang,” imbuh Sekdes Kapa.

Sebutnya, baru-baru ini tim dari Dinas Kesehatan melakukan uji laboratorium air sumur.

“Hasil laboratorium jelas dinyatakan air sumur di sini tidak layak konsumsi,” kata Sekdes Sofyan.

Meskipun demikian, lanjutnya, warga saat ini tidak ada pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih maupun air untuk konsumsi.

Sebelum banjir dan tanah longsor melanda, warga mengandalkan PDAM Krueng Peusangan untuk kebutuhan air. Namun, pascabencana dahsyat itu, suplai air bersih ke sejumlah kecamatan dari Perumda milik Pemerintah Kabupaten Bireuen ini terhenti akibat mesin dan peralatan pengolahan air turut diterjang banjir.

“Walaupun air sumur tidak layak konsumsi, ada juga warga yang tetap mengonsumsinya, daripada tidak ada air sama sekali,” ungkap Keuchik Pen, panggilan Evendi.

Pascabencana, lanjutnya, di Gampong Kapa sudah ada bantuan sumur bor dari swasta, namun belum menjangkau ke tiap-tiap rumah.

“Untuk kebutuhan air minum, sekarang masyarakat mengambil dari sumur bor, itu pun mengangkut menggunakan ember atau galon air mineral. Tetapi, untuk kebutuhan lain, seperti mandi, cuci pakaian dan lainnya ini tidak mungkin juga diangkut, karena kebutuhannya pasti banyak,” terang Evendi yang juga dosen Universitas Almuslim (Umuslim).

Dampak sumur rusak, sebutnya lagi, warga kesulitan untuk membersihkan rumahnya dari endapan lumpur banjir.

Menurutnya, masih banyak rumah warga belum dibersihkan dari lumpur karena terkendala air.

“Jadi, warga kami bukan tidak membersihkan rumahnya. Tetapi sumber airnya sekarang yang jadi masalah. Kalau lumpur sudah dikuras dari sumur, baru bisa dibersihkan rumah,” katanya.

Ia sangat berharap, Pemerintah mempercepat pemulihan suplai air dari PDAM.

“Kalau air PDAM sudah lancar seperti sebelum banjir, baru aman kebutuhan air,” pungkasnya. (Rizanur)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, Digelar Lomba Tari Tradisional Aceh Ratoeh Bruek dan Tari Kreasi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berkolaborasi dengan Forum Anak Kabupaten Bireuen menggelar Lomba Tari Tradisional Aceh Ratoeh Bruek dan Tari Kreasi. Kegiatan dari...

Rakerwil ke-II PW APRI Aceh Berakhir, Ini Hasil Rekomendasinya

0
KABAR BIREUEN, Aceh Besar - Rakerwil ke-II PW APRI Aceh yang berakhir pada Minggu (4/10/2026) di Hotel Madinatul Zahra, Lampeunurut, Aceh Besar, menghasilkan sejumlah...

Menang 2-1 atas Jeumpa, Samalanga Melaju ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Tim sepak bola Kecamatan Samalanga lolos ke perempat final atau delapan besar Kejuaran Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Bupati Bireuen 2026,...

Pendaftaran Ketua PWI Aceh Periode 2026-2031 Dibuka, Bakal Calon Wajib Kantongi Dukungan Minimal 32...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pendaftaran bakal calon (balon) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh periode...

Kolaborasi dengan Sanggar Meuligoe Jeumpa, Disdikbud Gelar Lomba Mewarnai dan Melukis Meriahkan HUT ke-27...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen berkolaborasi dengan Sanggar Meuligoe Jeumpa menyelenggarakan Lomba Mewarnai dan...

KABAR POPULER

Menang 2-1 atas Jeumpa, Samalanga Melaju ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Tim sepak bola Kecamatan Samalanga lolos ke perempat final atau delapan besar Kejuaran Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Bupati Bireuen 2026,...

Ratusan Pengunjung Saksikan Malam Pentas Seni Meriahkan HUT ke-27 Bireuen di Halaman Pendopo

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan pengunjung memadati halaman Pendopo Bireuen untuk menyaksikan malam pentas seni, yang menjadi puncak hiburan rakyat dan pelestarian budaya lokal. Mereka...

Billboard Ilegal Depan RS Jeumpa Hospital Bireuen yang Tertabrak Truk Kontainer Bahayakan Pelintas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Satu unit bangunan billboard di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, depan RS Jeumpa Hospital, Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Bireuen,...

Bupati Mukhlis Ikut Meriahkan Lomba Masak Nasi Goreng Ayah Siaga Bireuen Sigap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Bireuen, mengelar Lomba Masak Nasi Goreng Ayah Siaga Bireuen Sigap, di Halaman...

Pendaftaran Ketua PWI Aceh Periode 2026-2031 Dibuka, Bakal Calon Wajib Kantongi Dukungan Minimal 32...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pendaftaran bakal calon (balon) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh periode...