KABAR BIREUEN, Bireuen – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen melalui Bidang Pembinaan Ketenagaan (PTK) menyelenggarakan pelatihan deep learning atau pembelajaran mendalam bagi guru Sekolah Dasar (SD).
Pelatihan yang diikuti ratusan guru jenjang SD dalam Kabupaten Bireuen ini dibuka Kepala Disdikbud Bireuen, Dr. Muslim, M.Si, Senin, 11 Mei 2026, di Aula SPNF-SKB Disdikbud setempat.
Dalam arahannya Muslim mengatakan, perkembangan teknologi digital di era abad ke-21 membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan.
Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar secara konvensional, tetapi juga harus memahami dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Salah satu teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah deep learning,” jelas Muslim
Deep learning merupakan bagian dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang memungkinkan komputer belajar dari data secara otomatis untuk mengenali pola, suara, gambar, maupun teks.
Teknologi ini telah digunakan dalam berbagai aplikasi sehari-hari seperti penerjemah otomatis, pengenalan wajah, pencarian suara, hingga aplikasi pembelajaran digital.
Adapun ciri-ciri deep learning yaitu, menggunakan banyak data untuk belajar. Memakai jaringan saraf tiruan berlapis (deep neural network).

Semakin banyak latihan data, hasilnya semakin baik dan dapat digunakan untuk gambar, suara, video, dan teks.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan para guru dapat menerapkan pembelajaran berbasis deep learning dengan baik di sekolah masing-masing,” harap Muslim.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PTK Disdikbud Bireuen, Abdul Majid, S.H., MM, melaporkan, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memahami dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai pendukung proses pembelajaran di sekolah dasar.
Disebutkan, pelatihan deep learning ini, diikuti 150 guru jenjang SD negeri dan swasta dalam Kabupaten Bireuen, selama tiga hari mulai 11 Mei hingga 13 Mei 2026, di komplek Disdikbud setempat.
“Dari 150 peserta tersebut untuk mengoptimalkan proses pelatihan peserta dibagi dalam lima kelas,” ujar Abdul Majid.
Pelatihan tersebut menghadirkan lima narasumber, yaitu Leli Marlina, SPd.,M. S. M (SMA Negeri 1 Bireuen). Muhammad, S.Pd.I (SMA Negeri 1 Samalanga), Julaidar, S.Pd.,M.Pd (SMKN 1 Gandapura).
Kemudian, M. Nazir, S.Pd.,M.Pd (UPTD SD Negeri 21 Bireuen) dan Irvan,S.Pd (UPTD SD Negeri 1 Kuala.
“Melalui kegiatan ini nantinya para guru diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi pendidikan serta menerapkannya secara bijak, kreatif, dan inovatif dalam kegiatan belajar mengajar,” tutup Abdul Majid. (Hermanto)









