KABAR BIREUEN, Bireuen — Pelaksanaan seleksi Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) 2026 menuai sorotan tajam. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen mengungkap adanya gangguan teknis serius dalam ujian berbasis komputer (CAT) yang merugikan peserta dan mencederai prinsip keadilan.
Gangguan teknis tersebut terjadi saat pelaksanaan ujian CAT KDMP 2026 di Banda Aceh, Selasa, 5 Mei 2026. Saat itu, peserta mengalami kendala, seperti sistem yang tidak merespons saat memilih jawaban, tampilan soal yang freeze, serta waktu ujian tetap berjalan meskipun terjadi error.
“Kondisi ini berpotensi merugikan peserta secara langsung dan mencederai prinsip keadilan dalam seleksi tersebut,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Bireuen, T. Mirza Saputra, dalam rilisnya kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, gangguan tersebur tidak hanya terjadi di Aceh, tetapi juga dialami peserta di berbagai daerah di Indonesia. Ini menunjukkan adanya persoalan serius yang harus segera dievaluasi secara menyeluruh.
Berdasarkan pengalaman langsung peserta, ditemukan adenya jawaban yang telah dipilih berubah secara tidak semestinya. Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada petugas di lokasi, peserta hanya diarahkan untuk tetap melanjutkan ujian tanpa solusi yang jelas. Kondisi ini semakin memperkuat urgensi dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem ujian.
Mirza juga menyoroti minimnya respons petugas di lapangan. Ketika peserta mengonfirmasi masalah yang terjadi, mereka hanya diminta untuk tetap melanjutkan ujian tanpa solusi konkret.
“Saat dikonfirmasi, tidak ada solusi, peserta hanya diminta melanjutkan ujian. Ini menunjukkan lemahnya kesiapan di lapangan,” tegasnya.

Ia menilai kondisi tersebut sangat merugikan peserta, terlebih banyak di antaranya datang dari berbagai daerah dengan pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.
“Seleksi tidak boleh bergantung pada keberuntungan. Sistem yang tidak stabil jelas mencederai prinsip keadilan. Peserta berhak mendapatkan proses yang layak dan profesional,” tambahnya.
HMI Cabang Bireuen menilai terdapat sejumlah persoalan krusial dalam pelaksanaan seleksi ini, di antaranya ketidakandalan sistem ujian, ketidakseimbangan antara standar kelulusan dengan kesiapan teknis, serta kerugian nyata yang dialami peserta.
Atas dasar itu, HMI Cabang Bireuen menyatakan sikap tegas dengan mendesak penyelenggara untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan ujian CAT KDMP 2026. Selain itu, mereka juga menuntut transparansi sistem, termasuk jaminan keakuratan dan keamanan data jawaban peserta.
Tak hanya itu, HMI turut mendorong adanya kebijakan yang lebih adil, termasuk opsi ujian ulang bagi peserta yang terdampak gangguan teknis, serta meminta pernyataan resmi dari pihak penyelenggara sebagai bentuk tanggung jawab publik.
“Evaluasi harus dilakukan secara serius, baik pada sistem maupun kebijakan, termasuk passing grade. Kami menuntut perbaikan segera agar seleksi ini benar-benar adil dan dapat dipercaya,” tegas Mirza.
HMI Cabang Bireuen menegaskan bahwa seleksi ini bukan sekadar proses administratif, melainkan menyangkut kepercayaan publik serta masa depan pengelolaan ekonomi desa. Karena itu, integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaannya harus dijaga.
Mereka juga memastikan akan terus mengawal proses ini hingga keadilan bagi seluruh peserta benar-benar ditegakkan. (Rel)













