Selasa, 30 Juni 2026

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir Ismail

PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai guru di SMKN 1 Jeunieb itu, kini dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen Dinas Pendidikan Aceh.

Muhajir resmi dilantik Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, atas nama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (12/5/2026). Dia menggantikan Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd yang dimutasi sebagai Kepala Bagian Kajian Strategis, Risalah dan Persidangan Sekretariat MPU Aceh.

Di antara 120 pejabat struktural Eselon III dan IV yang dilantik, nama Muhajir salah satu yang paling menyita perhatian. Selain masih aktif mengajar di SMKN 1 Jeunieb, dia juga teegolong muda dan tercatat sebagai kandidat doktor di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia.

Yang membuat banyak orang kagum, Muhajir dipercaya memimpin Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen meski belum pernah menduduki jabatan kepala sekolah. Penunjukan itu dinilai menjadi sinyal bahwa Pemerintah Aceh mulai memberi ruang lebih besar kepada kalangan muda dan profesional pendidikan untuk tampil memimpin.

Bagi Muhajir sendiri, amanah tersebut menjadi kejutan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

Muhajir Ismail. (Foto: Dok. Pribadi)

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Kacabdin Aceh Wilayah Kabupaten Bireuen,” ujar Muhajir usai pelantikan.

BACA JUGA:  Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, rekan-rekan guru di SMKN 1 Jeunieb, dan para sahabat yang selama ini terus memberikan dukungan kepadanya.

“Dukungan mereka menjadi kekuatan besar bagi saya untuk menjalankan amanah ini,” katanya.

Muhajir Ismail lahir di Gampong Pulo Blang, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, pada 24 Agustus 1981. Dia anak keenam dari sembilan bersaudara pasangan Ismail Hanafiah dan Hj. Nurullah Maqam.

Sejak kecil, Muhajir tumbuh dalam lingkungan religius. Ayahnya yang guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) menanamkan prinsip kuat tentang pentingnya pendidikan agama dan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai itulah yang membentuk karakter Muhajir hingga dewasa.

Masa kecilnya juga jauh dari kemewahan. Sebagai anak kampung, ia terbiasa membantu orang tua mencangkul di sawah, memotong rumput, menggembala sapi, hingga memancing di rawa-rawa. Aktivitas itu membentuk dirinya menjadi pribadi yang pekerja keras dan disiplin.

Muhajir Ismail saat di SMKN 1 Jeunieb. (Foto: Dok. Pribadi)

“Sepulang dari sawah kami biasa bermain bola, lalu malam hari wajib mengaji di meunasah,” kenangnya.

Muhajir menamatkan pendidikan di SMAN 2 Peusangan pada tahun 2000, lalu melanjutkan studi di Akademi Maritim Nusantara Malahayati Aceh dan lulus pada 2004.

Kariernya sebagai pendidik dimulai pada 2005 ketika ia menjadi guru di SMKN 1 Jeunieb. Namun semangat belajarnya tidak pernah berhenti. Ia kemudian memperoleh beasiswa Pemerintah Aceh untuk melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia dan lulus pada 2013.

Pada 2015, ia kembali meraih beasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional untuk menempuh pendidikan S2 di Universitas Negeri Medan (Unimed). Tidak berhenti di situ, pada 2021 ia kembali mendapatkan beasiswa Pemerintah Aceh untuk melanjutkan studi doktoral di UPSI Malaysia dan kini sedang menyelesaikan disertasinya.

Di tengah perjalanan akademik dan kariernya, Muhajir tetap dikenal sederhana dan dekat dengan lingkungan sekolah. Dari seorang guru di ruang kelas hingga kini dipercaya memimpin pendidikan tingkat kabupaten, perjalanan Muhajir Ismail menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan pendidikan dapat membuka jalan menuju kepercayaan yang lebih besar.

Muhajir menikah dengan Maisarah yang juga seorang guru pada 2009. Mereka dikaruniai dua anak, Iffa Shaqila Muhajir dan Afif Al Fayyadh Muhajir. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

227 Mahasiswa Fikom Umuslim Mulai Kerja Praktik di 84 Instansi hingga Pulau Jawa

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak 227 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, resmi diberangkatkan untuk mengikuti program kerja praktik (KP)...

BSI Apresiasi Penempatan Saldo Anggaran Lebih, Perkuat Pembiayaan Produktif untuk Dorong Ekonomi Rakyat

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengapresiasi kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di...

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, BPMA – PT Aceh Energy dan Pemkab Bireuen Gelar Khitan Ceria...

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Aceh Energy bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melaksanakan program kesehatan reproduksi berupa...

Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Prospek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Aceh

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri pertemuan yang membahas prospek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh bersama...

UNIKI dan Forum PLKP Jalin Kemitraan Strategis, Buka Peluang Magang dan Sertifikasi Kompetensi bagi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (Forum PLKP) melalui...

KABAR POPULER

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, BPMA – PT Aceh Energy dan Pemkab Bireuen Gelar Khitan Ceria...

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan PT Aceh Energy bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melaksanakan program kesehatan reproduksi berupa...

Sudah Dua Bulan Diproses, Polres Bireuen Belum Tetapkan Status Hukum Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Zulfikar Muhammad, kuasa hukum M. Ilham bin Sakubat, wartawan wilayah liputan Bireuen, mendesak Polres Bireuen segera memberikan kepastian hukum atas...

UNIKI dan Forum PLKP Jalin Kemitraan Strategis, Buka Peluang Magang dan Sertifikasi Kompetensi bagi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (Forum PLKP) melalui...