Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir Ismail

PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai guru di SMKN 1 Jeunieb itu, kini dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen Dinas Pendidikan Aceh.

Muhajir resmi dilantik Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, atas nama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (12/5/2026). Dia menggantikan Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd yang dimutasi sebagai Kepala Bagian Kajian Strategis, Risalah dan Persidangan Sekretariat MPU Aceh.

Di antara 120 pejabat struktural Eselon III dan IV yang dilantik, nama Muhajir salah satu yang paling menyita perhatian. Selain masih aktif mengajar di SMKN 1 Jeunieb, dia juga teegolong muda dan tercatat sebagai kandidat doktor di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia.

Yang membuat banyak orang kagum, Muhajir dipercaya memimpin Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen meski belum pernah menduduki jabatan kepala sekolah. Penunjukan itu dinilai menjadi sinyal bahwa Pemerintah Aceh mulai memberi ruang lebih besar kepada kalangan muda dan profesional pendidikan untuk tampil memimpin.

Bagi Muhajir sendiri, amanah tersebut menjadi kejutan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

Muhajir Ismail. (Foto: Dok. Pribadi)

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Kacabdin Aceh Wilayah Kabupaten Bireuen,” ujar Muhajir usai pelantikan.

BACA JUGA:  Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, rekan-rekan guru di SMKN 1 Jeunieb, dan para sahabat yang selama ini terus memberikan dukungan kepadanya.

“Dukungan mereka menjadi kekuatan besar bagi saya untuk menjalankan amanah ini,” katanya.

Muhajir Ismail lahir di Gampong Pulo Blang, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, pada 24 Agustus 1981. Dia anak keenam dari sembilan bersaudara pasangan Ismail Hanafiah dan Hj. Nurullah Maqam.

Sejak kecil, Muhajir tumbuh dalam lingkungan religius. Ayahnya yang guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) menanamkan prinsip kuat tentang pentingnya pendidikan agama dan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai itulah yang membentuk karakter Muhajir hingga dewasa.

Masa kecilnya juga jauh dari kemewahan. Sebagai anak kampung, ia terbiasa membantu orang tua mencangkul di sawah, memotong rumput, menggembala sapi, hingga memancing di rawa-rawa. Aktivitas itu membentuk dirinya menjadi pribadi yang pekerja keras dan disiplin.

Muhajir Ismail saat di SMKN 1 Jeunieb. (Foto: Dok. Pribadi)

“Sepulang dari sawah kami biasa bermain bola, lalu malam hari wajib mengaji di meunasah,” kenangnya.

Muhajir menamatkan pendidikan di SMAN 2 Peusangan pada tahun 2000, lalu melanjutkan studi di Akademi Maritim Nusantara Malahayati Aceh dan lulus pada 2004.

Kariernya sebagai pendidik dimulai pada 2005 ketika ia menjadi guru di SMKN 1 Jeunieb. Namun semangat belajarnya tidak pernah berhenti. Ia kemudian memperoleh beasiswa Pemerintah Aceh untuk melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia dan lulus pada 2013.

Pada 2015, ia kembali meraih beasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional untuk menempuh pendidikan S2 di Universitas Negeri Medan (Unimed). Tidak berhenti di situ, pada 2021 ia kembali mendapatkan beasiswa Pemerintah Aceh untuk melanjutkan studi doktoral di UPSI Malaysia dan kini sedang menyelesaikan disertasinya.

Di tengah perjalanan akademik dan kariernya, Muhajir tetap dikenal sederhana dan dekat dengan lingkungan sekolah. Dari seorang guru di ruang kelas hingga kini dipercaya memimpin pendidikan tingkat kabupaten, perjalanan Muhajir Ismail menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan pendidikan dapat membuka jalan menuju kepercayaan yang lebih besar.

Muhajir menikah dengan Maisarah yang juga seorang guru pada 2009. Mereka dikaruniai dua anak, Iffa Shaqila Muhajir dan Afif Al Fayyadh Muhajir. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Polairud Polda Aceh Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut Krueng Raya

0
KABAR BIREUEN, ‎Banda Aceh — Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, personel Ditpolairud Polda Aceh bersama Brimob, Ocean Diving Club Fakultas Kelautan...

UNIKI Peringati HUT RI ke-81, Mahasiswa Didorong Jadi Penggerak dan Pemimpin Masa Depan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen tidak sekadar menjadi seremoni....

Anggota Paskibraka Bireuen 2026 Sukses Laksanakan Tugas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 telah sukses dan tuntas mengemban tugas mulia mengibarkan serta menurunkan Bendera Merah...

Wabup Bireuen Irup Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Paskibraka Sujud Syukur Sukses Bertugas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T, bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka...

217 Warga Binaan Lapas Bireuen Terima Remisi HUT ke-81 RI, Tiga di Antaranya Terkait...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Sebanyak 217 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bireuen menerima remisi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan...

KABAR POPULER

Dipimpin Bupati Bireuen, Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Berlangsung Khidmat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, berlangsung...

Anggota Paskibraka Bireuen 2026 Sukses Laksanakan Tugas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 telah sukses dan tuntas mengemban tugas mulia mengibarkan serta menurunkan Bendera Merah...

Polda Aceh Pastikan Situasi Usai Zikir Peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 Kembali Kondusif

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh— Polda Aceh memastikan situasi setelah pelaksanaan zikir dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda...

Pawai Obor Tandai Upacara Taptu Jelang Peringatan HUT ke-81 RI di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, menggelar Upacara Taptu (penetapan waktu). Peserta dilepas Bupati...

Bupati Bireuen Kukuhkan 35 Anggota Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir, H, Mukhlis, ST mengukuhkan 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026, di Aula Lama Setdakab...