KABAR BIREUEN, Juli – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen serius mewujudkan harapan masyarakat korban banjir dan tanah longsor yang rumahnya rusak berat untuk segera menempati hunian tetap (huntap).
Demikian disampaikan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST pada acara peletakan batu pertama pembangunan huntap di Gampong (Desa) Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Rabu (7/1/2025).
“Ini yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat korban yang rumahnya dibawa banjir. Alhamdulillah hari ini perdana dibangun di Aceh dan belum ada di tempat (kabupaten) lain dibangun huntap,” katanya.
Kata Bupati Mukhlis, jumlah rumah rusak berat dan hilang di Kabupaten Bireuen 3.692 unit.
“Kalau rumah yang rusak, baik rusak berat, sedang dan ringan mencapai 16 ribu unit,” papar orang nomor satu di Kabupaten Bireuen ini di hadapan Tenaga Ahli BNPB, Brigjen TNI (Purn) Yannamora.
Bupati yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Bireuen ini menambahkan, tahap pertama akan dibangun 1.000 unit rumah. Dan sisanya akan dibangun tahap selanjutnya dalam waktu yang secepatnya.
“Tahap pertama dibangun 1.000 rumah dibiayai oleh BNPB. Sisanya akan dibangun oleh Pemerintah Pusat juga, mungkin ditangani langsung Kementerian PU,” jelasnya.

Sementara Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Yannamora, kepada wartawan di lokasi peletakan batu pertama mengatakan, pembangunan huntap harus diselesaikan secepatnya.
“Sesuai petunjuk pimpinan (Kepala BNPB) dan diharapkan juga oleh Menteri Sekretaris Negara, huntap ini diselesaikan secepatnya,” sebutnya.
Jumlah huntap di Kabupaten Bireuen, sebutnya, sebanyak 3.626 unit dibangun di 14 titik (kecamatan).
Ditanya target selesai pembangunan hauntap ini, sebut Yannamora, selesai puasa Ramadan tahun 2026.
“Diharapkan sesudah puasa sudah selesai,” sebutnya.
Ia juga menyebutkan, huntap untuk korban bencana hidrometeorologi perdana dibangun di Kabupaten Bireuen.
“Untuk Sumatra (huntap) ini perdana di Kabupaten Bireuen dan belum dibangun di daerah lain,” jelasnya.

Disinggung anggaran dan pelaksana pembangunan huntap, Yannamora menyebutkan Rp60 juta per unit.
“Untuk pelaksana akan diatur oleh pemerintah daerah masing-masing,” katanya.
Pada kesempatan itu ia menegaskan, pemerintah pusat hanya menyediakan anggaran untuk pembangunan rumah. Sementara tanah harus milik sendiri.
“Tanahnya milik masyarakat yang dibuktikan surat kepemilikan, nanti baru dibangun. Pemerintah tidak menyediakan anggaran untuk beli tanah,” tegasnya.
Acara peletakan batu pertama huntap di Balee Panah dihadiri Ketua DPRK Bireuen, Juniadi, Kajari Bireuen, Yarnes, SH, mewakili Dandim 0111/Bireuen, mewakili Kapolres Bireuen, para kepala dinas, camat, kepala kantor, bagian dan sekretariat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Sebelum peletakan batu pertama, Bupati Bireuen dan istri, Tenaga Ahli BNPB serta Forkopimda menyerahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada korban banjir untuk tiga bulan yang dicairkan ke rekening masing-masing. (Rizanur)













