KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 50 anak dengan status Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bersama lima penanggung jawab program imunisasi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen. Apresiasi ini menjadi sorotan utama dalam puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026, sekaligus penegasan komitmen daerah memperkuat perlindungan kesehatan anak di tengah fluktuasi capaian imunisasi.
Pemberian penghargaan tersebut berlangsung dalam acara puncak Pekan Imunisasi Dunia Kabupaten Bireuen Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Bireuen, Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bireuen dengan mengusung tema “Lengkapi Imunisasi Sepanjang Usia”.
Acara tersebut dibuka Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, yang menegaskan pentingnya imunisasi sebagai langkah paling efektif dalam mencegah penyakit, kecacatan, hingga kematian pada anak.
“Imunisasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga masyarakat melalui terbentuknya kekebalan kelompok,” ujar Razuardi.
Ia juga menyinggung komitmen global melalui Immunization Agenda 2030 (IA2030) yang mendorong setiap negara memastikan akses imunisasi merata, berkualitas, dan berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan surveilans menjadi kunci dalam mendeteksi dini serta merespons cepat potensi penyebaran penyakit. “Sinergi antara surveilans dan imunisasi harus diperkuat dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat,” katanya.
Razuardi mengakui capaian imunisasi di Kabupaten Bireuen dalam beberapa tahun terakhir masih mengalami fluktuasi. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti campak dan difteri.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, hingga masyarakat, untuk meningkatkan komitmen bersama.
“Pastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan terlindungi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, dr. Rini Noviyanti, MKM, melaporkan bahwa Pekan Imunisasi Dunia merupakan inisiatif global tahunan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi.

Ia menyebutkan, puncak acara tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur, seperti Forkopimda, Kepala SKPK, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, hingga orang tua anak.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melengkapi imunisasi sepanjang usia,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan, Dinkes Bireuen juga melaksanakan sosialisasi dan edukasi imunisasi sepanjang siklus hidup, serta akan menggelar pelayanan imunisasi di puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya pada minggu pertama Mei 2026.
Selain itu, Kepala Dinkes Bireuen, dr. Irwan, memaparkan capaian program imunisasi daerah, yang dilanjutkan dengan sosialisasi oleh dr. Ireke Ayumi, M.Ked (Ped), Sp.A dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh terkait pentingnya perlindungan anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Pemkab Bireuen berharap, melalui momentum ini, imunisasi semakin dipahami sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. (Hermanto)










