KABAR BIREUEN, Aceh Tengah – Mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen menunjukkan dedikasi luar biasa dengan menembus medan ekstrem demi menghadirkan pendidikan bagi anak-anak korban bencana hidrometeorologi di pelosok Aceh Tengah. Bergabung bersama Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa, mereka harus berjalan kaki puluhan kilometer, mendaki dan menuruni pegunungan, bahkan menyeberangi sungai deras menggunakan tali sling untuk mencapai lokasi pengungsian.
Perjuangan berat tersebut dilakukan demi menjangkau Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, wilayah rawan bencana yang warganya terpaksa mengungsi ke Desa Buge Ara akibat dampak hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
Miftahul Rizki, mahasiswa Program Studi Seni dan Pertunjukan FKIP UNIKI, menuturkan, perjalanan menuju desa tersebut penuh tantangan dan risiko.
BACA JUGA: Mengabdi di Pedalaman Aceh, Empat Mahasiswa UNIKI Jadi Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa
“Perjalanan kami menuju Desa Bintang Pepara harus ditempuh dengan berjalan kaki puluhan kilometer, melewati jalan terjal naik turun gunung. Untuk menyeberangi sungai, kami harus bergantung pada sling karena arus air cukup deras,” ujar Miftahul Rizki dengan nada suara masih diliputi rasa ketakutan, Rabu (21/1/2026).

Setibanya di lokasi, kata dia, para mahasiswi UNIKI bersama relawan Sukma Bangsa langsung melaksanakan program pendidikan bagi anak-anak usia Sekolah Dasar yang tinggal di pengungsian. Selain kegiatan belajar mengajar, mereka juga mengadakan program trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana.
“Selain pendidikan, kami juga mengisi kegiatan trauma healing agar anak-anak bisa kembali ceria dan semangat belajar,” sebut Miftahul Rizki yang didampingi rekannya, Nazira Safira.
Tercatat sekitar 25 murid usia SD mengikuti kegiatan tersebut dalam kondisi serba keterbatasan. Fasilitas belajar sangat minim akibat kerusakan parah yang ditimbulkan bencana hidrometeorologi.
BACA JUGA: Pulihkan Psikologis Anak Pascabanjir, BEM Fakultas Hukum UNIKI Gelar Trauma Healing di Gampong Kubu
“Mereka sangat membutuhkan seragam sekolah, tas, sepatu, meja belajar, buku, Al-Qur’an, dan Iqra. Kami berharap ada donatur yang tergerak untuk membantu kebutuhan pendidikan mereka,” harap Miftahul Rizki.
Selain menjalankan program pendidikan dan pemulihan trauma, tim relawan juga menyalurkan bantuan alat tulis kantor (ATK) yang berasal dari Persit Kartika Chandra Kirana Cabang X Rindam PD IV Hasanuddin, Provinsi Jawa Barat.

Sebelum menuju Desa Bintang Pepara, mahasiswa UNIKI bersama Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa terlebih dahulu melakukan asesmen data di SD Negeri 20 Ketol dan SMP Negeri 32 Takengon sebagai bagian dari pemetaan kebutuhan pendidikan di wilayah terdampak.
BACA JUGA: BEM UNIKI Turun Bersihkan Lumpur, Aksi Nyata Mahasiswa Bantu Warga Terdampak Banjir
Sementara itu, Wakil Rektor III UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M., CRP., CFRM, menjelaskan, mahasiswa UNIKI yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut tergabung dalam Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa dan akan berada di lokasi bencana dalam jangka waktu cukup panjang.
“Mereka ditugaskan selama tiga bulan di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, terhitung mulai 10 Januari 2026,” jelas Kamaruddin.
Adapun keempat mahasiswa UNIKI yang terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan tersebut yakni Aulia Agustian (Program Studi Ilmu Hukum), Nazira Safira (Program Studi Manajemen), serta Nurul Maqfirah dan Miftahul Rizki (Program Studi Seni dan Pertunjukan) FKIP UNIKI. (Suryadi)










