Minggu, 18 Januari 2026

Gelar Aksi Damai, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Sumatra sebagai Bencana Nasional

KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebagai bentuk keprihatinan atas lambannya penanganan bencana banjir Sumatra (Aceh, Sumut, dan Sumbar), Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen menggelar aksi damai di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Cot Gapu, Senin (22/12/2025).

Dalam aksi tersebut, mereka mendesak pemerintah pusat agar menetapkan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra sebagai bencana nasional. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen juga menuntut penegakan hukum tegas terhadap pelaku kejahatan lingkungan yang diduga sebagai penyebab utama bencana.

Aksi yang diikuti belasan peserta dari unsur pemuda dan mahasiswa itu berlangsung sekitar setengah jam, mulai pukul 11.30 hingga 12.10 WIB.

BACA JUGA: 12.752 Rumah di Bireuen Hilang dan Rusak Akibat Banjir

Para demonstran membentangkan spanduk dan poster berisi kecaman terhadap maraknya perambahan hutan, alih fungsi lahan, serta aktivitas pertambangan dan perkebunan skala besar yang dinilai memperparah kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko banjir.

Seorang peserta sedang berorasi pada Aksi Damai Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Sejumlah orator, di antaranya Mauliadi, Syawal Fitra, dan M. Amin, secara bergantian menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan. Mereka menegaskan, banjir yang terjadi di Sumatra bukan semata bencana alam, melainkan akibat kerusakan lingkungan yang berlangsung secara sistematis dan terkesan dibiarkan.

“Banjir bandang yang merenggut korban jiwa dan menghancurkan rumah warga ini bukan takdir alam semata. Ini adalah akibat dari pembiaran perambahan hutan dan lemahnya penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan,” tegas Mauliadi dalam orasinya.

Aliansi tersebut menilai, kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) di Sumatra semakin parah akibat praktik illegal logging, izin konsesi yang bermasalah, serta lemahnya pengawasan pemerintah. Dampaknya, kemampuan alam menahan debit air menurun drastis, sehingga masyarakat kecil menjadi korban.

BACA JUGA: Akibat Banjir Bandang, Sejumlah Fasilitas Kampus UMMAH Bireuen Rusak

“Keuntungan ekonomi hanya dinikmati segelintir pihak, sementara kerugian ekologis dan sosial ditanggung rakyat,” ujar Syawal Fitra di hadapan peserta aksi.

Dalam pernyataan kritisnya, massa aksi juga menyoroti lemahnya peran negara dalam mengawasi dan menindak perusahaan yang terbukti merusak lingkungan. Mereka menilai, instrumen seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) kerap hanya dijadikan formalitas administratif, bukan alat perlindungan lingkungan hidup.

Pernyataan Kritik dan Tuntutan dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen.

Melalui aksi tersebut, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya pencabutan izin perusahaan yang terbukti merusak lingkungan, pelaksanaan audit lingkungan secara menyeluruh di wilayah rawan banjir, rehabilitasi hutan dan DAS secara nyata dan berkelanjutan, serta penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelaku kejahatan lingkungan.

BACA JUGA:  Banjir Bandang Luluhlantakkan Sekolah di Makmur, Data Siswa Terendam dan Pagar Roboh 

“Negara wajib hadir sebelum, saat, dan setelah bencana. Perlindungan lingkungan hidup adalah kewajiban konstitusional, bukan pilihan kebijakan,” teriak Syawal Fitra dalam orasinya.

Massa aksi dalam pernyataannya menegaskan, penetapan banjir Sumatra sebagai bencana nasional penting agar penanganan dilakukan secara lebih serius, terkoordinasi, dan menyeluruh, baik dari sisi kemanusiaan maupun pemulihan lingkungan. Mereka juga menekankan, perlunya melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengawasan kebijakan lingkungan.

Aksi unjuk rasa itu berlangsung aman dan damai. Setelah menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib. (Suryadi) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

MIN 12 Bireuen Peringati Isra Mikraj, Momentum Penguatan Iman dan Akhlak

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 12 Bireuen antusias mengikuti peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi...

Tempuh Akses Sulit, Relawan Mapala ALASKA Umuslim Dampingi Pendidikan Anak Korban Bencana di Pengungsian

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Di tengah keterbatasan akses dan rusaknya infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor, relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan...

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PC APRI Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya Dikukuhkan, Ketua PW: APRI Harus Bermanfaat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Aceh kembali melaksanakan agenda pengukuhan Pengurus Cabang (PC) APRI di...

KABAR POPULER

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Tempuh Akses Sulit, Relawan Mapala ALASKA Umuslim Dampingi Pendidikan Anak Korban Bencana di Pengungsian

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Di tengah keterbatasan akses dan rusaknya infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor, relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan...

MIN 12 Bireuen Peringati Isra Mikraj, Momentum Penguatan Iman dan Akhlak

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 12 Bireuen antusias mengikuti peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...