Jumat, 15 Mei 2026

Gelar Aksi Damai, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Sumatra sebagai Bencana Nasional

KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebagai bentuk keprihatinan atas lambannya penanganan bencana banjir Sumatra (Aceh, Sumut, dan Sumbar), Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen menggelar aksi damai di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Cot Gapu, Senin (22/12/2025).

Dalam aksi tersebut, mereka mendesak pemerintah pusat agar menetapkan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra sebagai bencana nasional. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen juga menuntut penegakan hukum tegas terhadap pelaku kejahatan lingkungan yang diduga sebagai penyebab utama bencana.

Aksi yang diikuti belasan peserta dari unsur pemuda dan mahasiswa itu berlangsung sekitar setengah jam, mulai pukul 11.30 hingga 12.10 WIB.

BACA JUGA: 12.752 Rumah di Bireuen Hilang dan Rusak Akibat Banjir

Para demonstran membentangkan spanduk dan poster berisi kecaman terhadap maraknya perambahan hutan, alih fungsi lahan, serta aktivitas pertambangan dan perkebunan skala besar yang dinilai memperparah kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko banjir.

Seorang peserta sedang berorasi pada Aksi Damai Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen. (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Sejumlah orator, di antaranya Mauliadi, Syawal Fitra, dan M. Amin, secara bergantian menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan. Mereka menegaskan, banjir yang terjadi di Sumatra bukan semata bencana alam, melainkan akibat kerusakan lingkungan yang berlangsung secara sistematis dan terkesan dibiarkan.

“Banjir bandang yang merenggut korban jiwa dan menghancurkan rumah warga ini bukan takdir alam semata. Ini adalah akibat dari pembiaran perambahan hutan dan lemahnya penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan,” tegas Mauliadi dalam orasinya.

Aliansi tersebut menilai, kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) di Sumatra semakin parah akibat praktik illegal logging, izin konsesi yang bermasalah, serta lemahnya pengawasan pemerintah. Dampaknya, kemampuan alam menahan debit air menurun drastis, sehingga masyarakat kecil menjadi korban.

BACA JUGA: Akibat Banjir Bandang, Sejumlah Fasilitas Kampus UMMAH Bireuen Rusak

“Keuntungan ekonomi hanya dinikmati segelintir pihak, sementara kerugian ekologis dan sosial ditanggung rakyat,” ujar Syawal Fitra di hadapan peserta aksi.

Dalam pernyataan kritisnya, massa aksi juga menyoroti lemahnya peran negara dalam mengawasi dan menindak perusahaan yang terbukti merusak lingkungan. Mereka menilai, instrumen seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) kerap hanya dijadikan formalitas administratif, bukan alat perlindungan lingkungan hidup.

Pernyataan Kritik dan Tuntutan dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen.

Melalui aksi tersebut, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bireuen menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya pencabutan izin perusahaan yang terbukti merusak lingkungan, pelaksanaan audit lingkungan secara menyeluruh di wilayah rawan banjir, rehabilitasi hutan dan DAS secara nyata dan berkelanjutan, serta penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelaku kejahatan lingkungan.

BACA JUGA:  Banjir Bandang Luluhlantakkan Sekolah di Makmur, Data Siswa Terendam dan Pagar Roboh 

“Negara wajib hadir sebelum, saat, dan setelah bencana. Perlindungan lingkungan hidup adalah kewajiban konstitusional, bukan pilihan kebijakan,” teriak Syawal Fitra dalam orasinya.

Massa aksi dalam pernyataannya menegaskan, penetapan banjir Sumatra sebagai bencana nasional penting agar penanganan dilakukan secara lebih serius, terkoordinasi, dan menyeluruh, baik dari sisi kemanusiaan maupun pemulihan lingkungan. Mereka juga menekankan, perlunya melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengawasan kebijakan lingkungan.

Aksi unjuk rasa itu berlangsung aman dan damai. Setelah menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib. (Suryadi) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Kerahkan Alat Berat, Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor Paya Cut–Simpang Mulia

0
KABAR BIREUEN, Juli — Kondisi jalan longsor yang menghubungkan Gampong Paya Cut dengan Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya mendapat penanganan darurat, setelah...

BSI Aceh Gelar Media Gathering, Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran...

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Banks...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

KABAR POPULER

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Kerahkan Alat Berat, Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor Paya Cut–Simpang Mulia

0
KABAR BIREUEN, Juli — Kondisi jalan longsor yang menghubungkan Gampong Paya Cut dengan Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya mendapat penanganan darurat, setelah...