KABAR BIREUEN, Gandapura – Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026).
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 80 peserta. Ini sekaligus memperkuat posisi MTsN 1 Bireuen sebagai madrasah unggul berbasis tahfiz di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan yang dirangkai dengan pelepasan siswa kelas IX itu mengusung tema “Mewujudkan Visi Madrasah Unggul Berprestasi melalui Generasi Pecinta Al-Qur’an.”
Kepala MTsN 1 Bireuen, Munawar, S.Ag, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang berhasil menghafal Al-Qur’an mulai dari 1 hingga 15 juz.
“Pada tahun ajaran 2025/2026 ini, jumlah hafiz dan hafizah meningkat menjadi 109 orang. Ini tentu berkat dukungan orang tua di rumah dan bimbingan guru pembina di madrasah,” ujar Munawar dalam sambutannya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di MTsN 1 Bireuen selama tiga tahun terakhir.
“Hari ini kami bangga kepada kalian karena telah tumbuh menjadi pribadi yang dewasa dan siap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
Menurut Munawar, perpisahan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan gerbang menuju kesuksesan. Ia berpesan agar para siswa tetap menjaga nama baik madrasah dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Munawar turut mengungkapkan, pada 28 April 2026, MTsN 1 Bireuen resmi ditetapkan sebagai madrasah unggul di Kabupaten Bireuen oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs. Azhari, M.Si.

“Program unggulan di madrasah ini adalah tahfizh Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia berharap, capaian tersebut terus meningkat pada tahun-tahun mendatang, baik dari segi jumlah hafalan maupun jumlah siswa yang mengikuti tasyakur tahfiz.
Ketua Komite MTsN 1 Bireuen, Tgk. Ismail, mengaku bangga atas prestasi para siswa.
“Ini menjadi kebanggaan bagi orang tua, karena penghafal Al-Qur’an adalah manusia istimewa,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, pahala dari hafalan Al-Qur’an tidak hanya mengalir kepada siswa, tetapi juga kepada orang tua dan guru yang membimbing mereka.
Sementara itu, Pengawas Madrasah, Jahalim Solin, S.Ag, MA, memberikan apresiasi kepada para wali murid yang hadir memenuhi undangan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran orang tua merupakan bentuk dukungan moral yang sangat penting bagi anak-anak yang telah sukses menjadi generasi penghafal Al-Qur’an di usia muda.
“Wali murid patut berbangga. Di tengah tantangan zaman dan pengaruh teknologi seperti handphone yang bisa melalaikan, anak-anak ini tetap mampu menjaga hafalan Al-Qur’an,” katanya.
Ia berharap, para hafiz dan hafizah terus menjaga hafalan mereka agar tidak terpengaruh oleh dampak negatif pergaulan dan perkembangan dunia luar. (Faisal Ali)











