KABAR BIREUEN, Samalanga — Sejumlah gampong di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, kembali terendam banjir pada Kamis (8/1/2026). Banjir kali ini dipicu masih menumpuk lumpur sisa banjir di depan rumah warga dan dangkalnya saluran pembuangan air, sehingga hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan air ke permukiman.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Samalanga, Faisal Rizal, menyampaikan, banjir mulai menggenangi rumah dan pemukiman warga sejak Rabu (7/1/2026) sore hingga Kamis (8/1/2026). Curah hujan tinggi yang disertai petir memperparah kondisi saluran air yang belum pulih pascabanjir bandang sebelumnya.
“Lumpur sisa banjir masih menumpuk di depan rumah warga dan menutup saluran pembuang. Akibatnya, air hujan tidak mengalir normal dan meluap ke rumah-rumah warga dengan ketinggian hampir 20 sentimeter,” ujar Faisal Rizal.
BACA JUGA: Turun Langsung Bersihkan Lumpur di Sejumlah Dayah, HRD Kerahkan Alat Berat dan Mobil Tangki Air
Faisal yang juga Keuchik Gampong Mideun Jok ini menyebutkan, banjir merendam sedikitnya 14 gampong di Samalanga. Gampong tersebut meliputi Lueng Keubeu, Kandang, Namploh Krueng, Geulumpang Bungkok, Mideun Jok, Namploh Blang Garang, Gampong Baro, Namploh Papeun, Tanjong Baro, Mideun Geudong, Gampong Putoh, Meuliek, Geulumpang Payong, dan Ulee Jeumatan.
Untuk menangani kondisi tersebut, tim relawan gabungan yang terdiri dari unsur kecamatan, Tim Reaksi Cepat (TRC), PMI, Samalanga Peduli, dan Kapulaga turun langsung ke lapangan. Mereka melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan para keuchik guna mencari solusi penanganan darurat.
BACA JUGA: BEM UNIKI Turun Bersihkan Lumpur, Aksi Nyata Mahasiswa Bantu Warga Terdampak Banjir
Faisal Rizal berharap, Pemerintah Kabupaten Bireuen dapat segera menyiagakan perlengkapan evakuasi di wilayah Samalanga, terutama perahu karet, agar relawan dapat bergerak cepat saat banjir kembali terjadi.
“Samalanga sangat membutuhkan perahu karet atau alat evakuasi lainnya. Ini penting agar relawan di sini bisa melakukan penanganan awal sambil menunggu bantuan dari kabupaten,” pintanya. (Faisal Ali)










