KABAR BIREUEN, Bireuen – Pendapatan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P) Bireuen 2025 berkurang sebesar Rp41,5 miliar lebih.
Hal itu terungkap dalam rapat paripurna DPRK Bireuen yang menyetujui Rancangan Qanun (Raqan) APBK-P 2025 menjadi qanun pada Rapat Paripurna I Masa Persidangan I Tahun 2025/2026, di ruang sidang DPRK setempat, Selasa (30/9/2025) sore.
Pendapatan daerah tersebut yang semula Rp2.026.143.738.976,10, berkurang Rp41.587.802.463,98, sehingga jumlah pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp1.984.555.936.412,12.
Sementara belanja daerah yang semula Rp2.060.384.267.857,10, berkurang Rp3.846.856.252,35, sehingga jumlahnya setelah perubahan sebesar Rp2.056.537.411.604,75.
Pembiayaan daerah justru meningkat signifikan, dari semula Rp34.240.528.881,00, bertambah Rp37.740.946.211,63, sehingga jumlah penerimaan pembiayaan setelah perubahan Rp71.981.475,092,64, dan begitu juga jumlah pembiayaan netto setelah perubahan Rp71.981.475,092,64.
Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua II DPRK Bireuen, Surya Dharma, SH, turut dihadiri Ketua DPRK Juniadi, SH dan Wakil Ketua III Muslem Abdullah, enam fraksi DPRK Bireuen menyatakan menerima dan menyetujui Raqan APBK-P 2025 untuk ditetapkan menjadi qanun.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRK yang telah menyetujui APBK-P 2025. Menurutnya, perubahan anggaran ini dilakukan untuk menyesuaikan pendapatan daerah serta pemanfaatan SiLPA tahun anggaran 2024 berdasarkan audit BPK RI Perwakilan Aceh.

“Kita patut bersyukur atas persetujuan bersama Rancangan Qanun tentang Perubahan APBK tahun anggaran 2025. Selanjutnya, rancangan ini akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Aceh untuk dievaluasi,” ujar Bupati Mukhlis.
Dia juga mengakui keterbatasan keuangan daerah membuat sejumlah program belum dapat tertampung dalam APBK-P kali ini.
“Program dan kegiatan yang belum tertampung akan disempurnakan pada tahun anggaran mendatang,” jelasnya.
BACA JUGA: Bupati Bireuen Sampaikan Raqan APBK-P Tahun 2025 dan Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah
Wakil Ketua I DPRK Bireuen, Surya Dharma, SH, dalam penyampaiannya menegaskan, persetujuan Raqan APBK-P 2025 menjadi qanun merupakan hasil komitmen bersama demi keberlanjutan pembangunan daerah.
“Setelah mendengar penyampaian akhir dari seluruh fraksi, kesimpulannya enam fraksi dapat menerima Rancangan Qanun Perubahan APBK 2025 untuk ditetapkan menjadi Qanun Kabupaten Bireuen,” katanya.
Sementara itu, terkait Rancangan Qanun tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Bireuen, seluruh fraksi menilai masih perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut. Raqan tersebut belum dapat disahkan dan akan difasilitasi oleh Gubernur Aceh untuk harmonisasi dengan kebijakan di tingkat provinsi. (Suryadi)












