Yang Jadi Dewan dengan Money Politics, Tak Dapat Serius Bekerja untuk Rakyat

KABAR BIREUEN – Maraknya money politics (politik uang) yang diduga dimainkan sejumlah oknum calon legislatif (caleg) di Kabupaten Bireuen untuk meraih suara pada Pemilu 2019 ini, telah merusak tatanan demokrasi kita. Ini juga akan berdampak buruk terhadap kinerja mereka nanti ketika duduk sebagai anggota dewan.

Kekhawatiran itu dikemukakan Wakil Ketua DPRK Bireuen, Drs. Muhammad Arif, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh bekerjasama dengan Fisipol Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, di Ruang Rapat Ampon Chiek Peusangan kampus setempat, Rabu (24/4/2019).

Menurut Muhammad Arif, hal tersebut bukan mustahil akan terjadi. Mengingat, biaya yang telah dihabiskan untuk bisa menduduki kursi dewan itu, sangat besar. Akibatnya, yang dipikirkan nanti bagaimana cara untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan.

“Yang dapat kursi dewan dengan cara money politics, tidak ada kemenangan juga. Mereka tidak dapat serius bekerja untuk rakyat. Akan selalu terbebani dengan utang atau berpikiran bagaimana bisa balik modal,” ungkap Arif

Dia mengatakan, kalau untuk jadi anggota DPRK harus mengeluarkan biaya lebih dari Rp400 juta, jangan coba-coba mengharapkan dapat kembali modal. Sampai habis masa jabatan lima tahun, tidak akan terbayarkan dengan gaji yang didapatkan sebagai anggota dewan.

“Saya yang Wakil Ketua DPRK Bireuen, dulu naik dengan modal 270 juta rupiah, tiga tahun setengah lamanya baru balik modal. Itu pun tidak saya pakai untuk melakukan kecurangan atau money politics. Saya pakai hanya untuk menjaga tim tiga ratus (anggota tim tetap-red). Apalagi mereka yang menghabiskan biaya lebih dari 400 juta rupiah,” jelas pimpinan dewan Bireuen dari PNA ini.

Selain Muhammad Arif, FGD bertemakan “Pilkada, Politik Uang dan Korupsi: Solusi Alternatif Model Penyelesaian” ini, juga ada tiga narasumber lain. Mereka terdiri dari Shaumil Hadi, S.Sos., MA (Dosen Fisipol Umuslim), Dr. Effendi Hasan, MA (Dosen Fisipol Unsyiah) dan Dr. Mukhtaruddin, SH., MH (Kabag Risalah dan Hukum Sekretariat DPRK Bireuen yang juga mantan Ketua KIP Bireuen).

Sementara terdiri dari unsur aktifis antikorupsi, dosen Umuslim, mahasiswa, organisasi kepemudaan, wartawan dan kalangan lainnya. Diskusi tersebut sangat menarik para peserta dan mereka aktif memberikan masukan terkait solusi pencegahan money polititics ke depan yang telah merusak sendi-sendi demokrasi. (Suryadi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Musyawarah IX Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) yang berlangsung di Matangglumpangdua pada 28 November 2020, meninggalkan sejumlah teka teki. Mulai dari...

Sayuti Abubakar Dukung Edi Obama Maju sebagai Calon Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Harap...

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., menyatakan dukungannya terhadap Edi Saputra, S.H., M.M., atau yang lebih dikenal dengan...

Realisasi Anggaran Tambahan TKD Aceh 2026 Capai Rp621,96 Miliar, Publik Dapat Pantau Langsung Lewat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Angka penyerapan dana Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Aceh Tahun Anggaran 2026 terus bergerak naik. Hingga Jumat malam (16/10/2026)...

Harumkan Nama Aceh di Kancah Nasional, Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara III MTQMN UNP...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Dua mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) berhasil mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional dengan meraih Juara III pada ajang...

Tokoh Peusangan Raya Pertanyakan Isu Aset Wakaf Yayasan Almuslim Jadi Jaminan Uang Rp5 Miliar

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Para tokoh masyarakat Peusangan Raya, Kabupaten Bireuen mempertanyakan isu aset wakaf milik Yayasan Almuslim Peusangan dijadikan jaminan (agunan) bank untuk...

KABAR POPULER

Tokoh Peusangan Raya Pertanyakan Isu Aset Wakaf Yayasan Almuslim Jadi Jaminan Uang Rp5 Miliar

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Para tokoh masyarakat Peusangan Raya, Kabupaten Bireuen mempertanyakan isu aset wakaf milik Yayasan Almuslim Peusangan dijadikan jaminan (agunan) bank untuk...

Sayuti Abubakar Dukung Edi Obama Maju sebagai Calon Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan, Harap...

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., menyatakan dukungannya terhadap Edi Saputra, S.H., M.M., atau yang lebih dikenal dengan...

Harumkan Nama Aceh di Kancah Nasional, Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara III MTQMN UNP...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Dua mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) berhasil mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional dengan meraih Juara III pada ajang...

Gampong Tanjong Mesjid Juara Piala Kepemudaan Kemukiman GLP7 Cup 2026

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Tim Gampong Tanjong Mesjid, Kecamatan Peusangan, berhasil keluar sebagai juara pertama  turnamen sepak bola mini soccer Piala Kepemudaan Kemukiman GLP7...

Bupati Bireuen Kerahkan Ekskavator Normalisasi Irigasi Lueng Asan di Simpang Mamplam

0
KABAR BIREUEN, Simpang Mamplam– Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., meninjau kondisi irigasi Lueng Asan di Kemukiman Tiga, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Jumat...