Kamis, 14 Mei 2026

Wanita Ini Bekerja Demi Keluarga, Suaminya Derita Stroke

KABARBIREUEN- Perempuan 45 tahun itu sudah 15 tahun menekuni pekerjaan pembuatan opak  di tempat tinggalnya di Dusun Mata Ie, Desa Blang Ketumba, Kecamatan Juli, Bireuen.

Siang itu, wanita itu tampak menjemur opak (kerupuk dari Ubi Kayu) yang baru selesai dibuat bersama putri sulung itu di terpal plasti di sebuah kebun rambutan tak jauh dari rumahnya.

”Tiap hari kita buat dan nantinya dijual ke penampung di pasar pagi Bireuen dengan harga Rp2500 per ikatnya. Dimana satu ikat berisi 10 opak,” sebut Ibu lima anak bernama Sarmi itu kepada KoranBireuen, Minggu (19/3/2017).

Dengan modal Rp 100 ribu untuk membeli ubi kayu seberat 50 kilogram, dia mampu menghasilkan opak lebih kurang 100 ikat. Jika dikalkulasikan, maka dalam sehari dia memperoleh Rp150 ribu, bila dikurangi modal yang dikeluarkan Rp100 ribu, maka keuntungan yang didapat Rp50 ribu. “Kalau kalau beli ubi 40 kg, dapat 90 ikat.

Usaha pembuatan opak tersebut dibantu anak sulungnya, Safrina. Putri pertamanya itu lulusan PGSD Universitas Almuslim itu selan membantu ibunya membuat opak, dia juga menjadi guru honorer di SD Paya Cut, Kecamtan Juli.

“Saya ngajar 3 kali dalam seminggu, honor perbulan Rp100 ribu, yang dibayar tiga bulan sekali Rp300 ribu,“ sebut Safrina saat disambangi KoranBireuen sedang membuat opak di dapur rumahnya.

Sedangkan anak kedua dan ketiganya, Rahmat Sayuti dan Suhelmi yang hanya tamata SMP itu juga bekerja membantu membuat opak di rumah saudaranya Sarmi.

Sementara putra keempatnya, Musri saat ini duduk di bangku kelas 3 SMP dan si bungsu Anna Safira (10) sekolah di MIN.

Selain membuat opak, Sarmi juga bekerja menjadi buruh gosok (setrika pakaian) di rumah tetangganya dan di Asrama Yonif 113/JS. “Perbulan dapat gaji Rp50 ribu dari satu rumah, biasa kita setrika di enam rumah. Saya bekerja menggosok baju di enam rumah, penghasilan dari menggosok itu bisa membantu keuangan keluarga,” sebutnya.

Sarmi kini menjadi tulang punggung keluarganya sejak suaminya, Rasyidin (50) menderita stroke 2 tahun yang lalu.

Sebelumnya, sang suami bekerja di perkebunan sawit, namun tiba-tiba dua tahun lalu dia terjatuh di depan rumahnya dan menderita stroke.

“Setelah jatuh itu kita sempat bawa ke rumah sakit, namun tak ada perubahan apapun, karena itu tak dibawa lagi,” ungkap Sarmi.

Kalau ada yang mau membantu, dia berharap bantuan kursi roda untuk suaminya agar bisa sekedar keluar rumah, tak hanya terus-terusan terbaring atau duduk di dalam rumah saja. (Ihkwati)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

BSI Aceh Gelar Media Gathering, Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran...

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Banks...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Dukung Penguatan Infrastruktur Pelayanan Keagamaan, Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Pembangunan Gedung Layanan Haji

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menyerahkan hibah tanah kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Aceh yang diperuntukkan...

Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter BTJ 08 Embarkasi Aceh, Ini Pesan Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Bupati Bireuen, Ir. H Mukhlis, ST, secara resmi melepas keberangkatan 393 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang...

KABAR POPULER

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Dukung Penguatan Infrastruktur Pelayanan Keagamaan, Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Pembangunan Gedung Layanan Haji

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menyerahkan hibah tanah kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Aceh yang diperuntukkan...

Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter BTJ 08 Embarkasi Aceh, Ini Pesan Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Bupati Bireuen, Ir. H Mukhlis, ST, secara resmi melepas keberangkatan 393 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang...