Rabu, 11 Februari 2026

Upaya Membumikan Artificial Intelligence di Sekolah

 

Oleh: Rizki Syamsul Fauzi

Ketua Umum Komunitas Peduli Pendidikan Kota Tasikmalaya

DIHADIRKANNYA program pengenalan Artificial Intelligence (AI) dan Coding di sekolah, menjadi angin segar untuk pendidikan Indonesia karena mampu adaptif pada perubahan atau tren yang mau tidak mau harus diikuti, selagi dalam koridor perubahan yang progresif dan positif untuk pembangunan sumber daya manusia.

Namun, perlu disikapi lebih bijak bagaimana kebijakan tersebut, apakah akan diterima oleh banyak pihak, khususnya yang berkecimpung langsung dengan dunia pendidikan seperti akademisi atau guru yang secara langsung bersentuhan dengan para siswa. Sebab, level kognitif setiap sekolah memiliki perbedaan yang cukup siginifikan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, seperti kualitas infrastruktur dasar yang belum memenuhi standar layak dan bagaimana kualitas tenaga pendidik sebagai faktor yang paling penting.

Pemerintah harus memetakan persoalan dengan realistis terkait bagaimana prioritas masalah yang harus segera dituntaskan dan juga mana yang menjadi prioritas selanjutnya. Karena jika pemetaan masalah saja sudah keliru, maka jalan keluar yang akan diambil juga akan fatal bahkan akan menambah pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu.

Penerapan pembelajaran AI dan Coding memberikan kesempatan besar untuk evaluasi besar sistem pendidikan Indonesia yang sejak dahulu sampai hari ini masih dikungkungi dengan kesadaran semu terkait apa yang siswa pelajari. Kesadaran semu dalam konteks ini maksudnya pembelajaran hanya sampai pada titik permukaan. Belum menyentuh titik kedalaman yang mampu membangun kemampuan berpikir kritis dan ilmiah yang sangat penting untuk menghadapi kompleksitas kehidupan di masa depan. Kemampuan berpikir kritis dan ilmiah tersebut didasari oleh fondasi literasi dan numerasi.

Sayangnya, justru literasi dan numerasi siswa Indonesia berada pada situasi yang tersungkur karena berbagai macam masalah kultural dan struktural. Problem kultural dan struktural tersebut saling berkelindan satu sama lain membentuk masalah-masalah baru yang mengakar dan pada akhirnya sulit untuk diselesaikan.

Pemerintah dengan segala sumber daya yang dimiliki harus memutuskan keputusan yang mampu menerobos ketertinggalan namun tanpa membuat kesenjangan kualitas yang semakin lebar karena yang ditakutkan kebijakannya diskriminatif (hanya menyentuh sekolah-sekolah tertentu atau bersifat elitis).

Pengenalan AI dan Coding merupakan respon yang baik agar setidaknya terdapat generasi emas muda Indonesia yang memiliki keahlian tinggi dalam bidang teknologi. Hadirnya AI mampu menjadi pisau bermata dua. Satu sisi mampu memberikan bantuan untuk memecahkan masalah. Namun, di sisi lain menyebabkan otak siswa menjadi ketergantungan yang akan membangun karakter malas berpikir lebih jauh. Padahal, sebenarnya bisa saja dikerjakan tanpa bantuan teknologi tersebut.

Human touch akan tetap sangat penting dalam pendidikan karena setinggi apa pun teknologi yang digunakan manusia, tetap membutuhkan kedalaman yang tidak dapat disentuh teknologi sekalipun. Maka, political will yang baik adalah bagaimana keputusan yang diambil mampu menyentuh berbagai macam lapisan dan struktur sosial untuk sama-sama membangun kehidupan sosial yang lebih baik. [*]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Kunjungi SMPN 1 Bireuen, Ketua TIM Jakarta Muslim Armas Serahkan Bantuan Perlengkapan Salat untuk...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Ketua Umum Taman Iskandar Muda, Ir. H. Muslim Armas, menyerahkan bantuan berupa seperangkat perlengkapan salat untuk Musala Miftahul Jannah SMP...

Jelang Ramadhan, HRD Serahkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana di Dapil Aceh II

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Menjelang bulan suci Ramadhan, Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD), menyerahkan bantuan kemanusiaan...

Rabithah Alawiyah Lhokseumawe Aceh Utara Bersihkan Sumur Warga Tedampak Banjir di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Banjir yang terjadi akibat meluapnya sejumlah aliran sungai di Kabupaten Bireuen pada akhir tahun 2025 lalu mengakibatkan rumah warga di beberapa kecamatan...

HRD Apresiasi Wartawan Bireuen Tetap Meliput Pascabanjir Meski Turut Terdampak

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Anggota Komisi V DPR RI H Ruslan M Daud (HRD) mengapresiasi dedikasi wartawan di Kabupaten Bireuen yang tetap meliput dan...

Huntara untuk Korban Banjir Bireuen Masih Bisa Diusulkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen masih bisa  mengusulkan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir. Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan...

KABAR POPULER

Dipicu Dugaan Tidak Transparansi Realisasi APBG, Enam Perangkat Gampong Cot Girek Mundur Serentak

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Sebanyak enam perangkat Gampong Cot Girek, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, kompak mengundurkan diri secara serentak. Pengunduran diri ini dipicu dugaan kurangnya...

Respons Permintaan Gerakan Aliansi Masyarakat Bireuen, DPRK Siap Turun ke Lokasi Pengungsi Korban Bencana

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – DPRK Bireuen berencana meninjau langsung lokasi pengungsian korban bencana dalam waktu dekat. Langkah ini diambil sebagai respons atas desakan Gerakan...

Huntara untuk Korban Banjir Bireuen Masih Bisa Diusulkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen masih bisa  mengusulkan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir. Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan...

Ketua Umum Taman Iskandar Muda Jakarta, Muslim Armas Serahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Siswa...

0
KABAR Bireuen, Peudada— Ketua Umum Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Ir. H. Muslim Armas, secara langsung menyerahkan bantuan berupa baju sekolah kepada siswa-siswi korban...

Mengenal Perjalanan Amsal Alfian, Putra Bireuen Calon Ketua Umum PB PII

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Sosok Dr (C) Amsal Alfian, S.E., M.E., semakin mencuri perhatian menjelang Muktamar Pelajar Islam Indonesia (PII), yang akan digelar 10-15 Februari di...