KABAR BIREUEN, Bireuen – Penantian panjang selama lebih dari dua dekade (24 tahun), akhirnya membuahkan hasil. Proses hibah lahan asrama TNI Angkatan Darat seluas sekitar dua hektare untuk perluasan RSUD dr Fauziah Bireuen resmi tuntas melalui penandatanganan dan serah terima sertifikat hibah aset di Meuligoe Bireuen, Kamis (7/5/2026) siang.
Penyerahan sertifikat hibah dilakukan langsung oleh Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran kepada Bupati Bireuen, H Mukhlis, ST. Kegiatan tersebut turut disaksikan Dandim 0111/Bireuen Letkol Arh Luthfi Novriadi, SE, Sos, M.Han, M.Sc, Sekda Bireuen Ismunandar, ST, MT, para asisten, serta pejabat terkait di lingkungan Pemkab Bireuen.
Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses hibah lahan tersebut telah dimulai sejak tahun 2002, saat Kabupaten Bireuen dipimpin Drs Mustafa A Glanggang. Namun, proses itu baru dapat diselesaikan pada tahun 2026 di masa kepemimpinannya.
“Proses hibah ini sudah berjalan sejak tahun 2002 dan Alhamdulillah tahun ini dapat diselesaikan. Ini merupakan langkah besar untuk pengembangan layanan kesehatan masyarakat di Bireuen,” ujar Bupati Mukhlis.
Ia menjelaskan, keberhasilan penyelesaian hibah lahan itu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, Dandim 0111/Bireuen Letkol Arh Luthfi Novriadi, serta DPRK Bireuen. Persetujuan hibah tersebut juga telah mendapat restu dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Mukhlis menambahkan, Pemkab Bireuen telah menyiapkan langkah awal pengembangan kawasan tersebut. Tahun ini, pemerintah daerah akan melakukan pembersihan lahan dan pembangunan pagar keliling dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.

“Selanjutnya akan dibangun gedung-gedung yang dibutuhkan RSUD dr Fauziah agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin maksimal,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penuh proses hibah aset tersebut hingga akhirnya resmi menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, mengaku memiliki komitmen besar untuk ikut mendorong kemajuan Kabupaten Bireuen. Sebagai putra daerah, ia menilai dukungan terhadap pengembangan fasilitas kesehatan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kami ingin ikut berkontribusi untuk kemajuan Bireuen. Sebagai putra daerah, sudah sepatutnya kami mendukung langkah pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Ali Imran yang juga menjabat Danrindam Iskandar Muda.
Ia juga menyebutkan, prajurit TNI bersedia pindah dari asrama sebagai bentuk dukungan terhadap program perluasan RSUD dr Fauziah. Namun demikian, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat merealisasikan pembangunan hunian baru bagi anggota TNI secara bertahap di kompleks asrama Makodim yang baru.
“Kami berharap bupati dapat merealisasikan kesepakatan bersama untuk membangun rumah anggota TNI secara bertahap. Hal ini sudah saya sampaikan kepada anggota, dan nantinya rumah tersebut akan dihibahkan sesuai spesifikasi rumah TNI AD,” harap Ali Imran. (Suryadi)










