KABAR BIREUEN– Anggota Komisi IV DPRK Bireuen, Ismail Adam meminta Plt Bupati Bireuen Muzakkar A. Gani agar tidak memainkan manajemen konflik, jangan menebar konflik, karena memang tak ada konflik.

“Kalau masih Plt saja sudah begini, bagaimana nanti kalau sudah jadi Bupati Bireuen. Seharus dia menjaga perasaan keluarga keluarga almarhum Bupati Bireuen, H Saifannur,” sebut Ismail Adam kepada Kabar Bireuen, Selasa sore (25/2/2020).

Hal terkait statmen Plt Bupati Bireuen pada pembukaan Musrenbang Kecamatan Kota Juang yang menyebutkan selama 2,5 tahun anggaran Kabupaten Bireuen tidak memihak kepada masyarakat miskin.

Dikatakan anggota dewan dari PKS tersebut, dalam 2,5 tahun pemerintah Fakar, Muzakkar merupakan bagian dari Pemerintahan

“Tunjukkan yang mana yang dikatakan tak berpihak kepada masyarakat miskin, padahal selama ini pembangunan yang dilakukan sudah menyentuh kepentingan masyarakat. Almarhum Haji Saifan dengan Pergubnya, dimana gampong harus membangun dua unit rumah duafa dua, itu kan untuk mengentaskan kemiskinan. Juga pembangunan irigasi Alue Geurutut, bukankah itu untuk kepentingan masyarakat. Jadi apa maunya Muzakkar memainkan manajemen konflik tersebut, padahal dia juga bagian dari pemerintahan,” tanya anggota dewan Fraksi PKS-PPP-PAN itu heran.

Dia meminta agar Muzakkar tidak ‘cuci tangan’ soal APBK Bireuen. Karena dia juga ikut bertanggung jawab dalam penyelenggara pemerintahan. Apalagi sebagai Wakil Bupati Bireuen selama 2,5 tahun, dia termasuk dalam TAPD.

Menurut politikus asal pemilihan Gandapura, Kutablang dan Makmur, selama 2,5 tahun kepemimpinan almarhum H. Saifannur telah banyak melakukan pembangunan dan perbaikan bidang infrastruktur. Yang manfaatnya juga untuk masyarakat baik kaya maupun miskin. Jadi, pernyataan Plt Bupati jangan asal bunyi.

Jadi dia sangat menyayangkan pernyataan Plt Bupati Bireuen karena tidak ada etika dalam mengeluarkan pernyataan bahwa anggaran Kabupaten Bireuen selama 2,5 tahun tidak memihak kepada kepentingan masyarakat miskin.

“Muzakkar harus bisa saling menghargai. Jika ada hal-hal yang masih kurang selama ini jangan terus dilontarkan ke publik. Ini juga masih dalam suasana berkabung atas kepergian Bapak H. Saifannur. Kalau demikian pernyataan Plt Bupati, tentu sangat menggores hati keluarga almarhum, seakan-akan kepemimpinan H. Saifannur tidak berpihak kepada masyarakat miskin,” tegasnya. (Ihkwati)

BAGIKAN