KABAR BIREUEN – Munculnya pernyataan Plt Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH MSi pada Musrenbang Kecamatan Kota Juang, Selasa (25/2/2020), tentang APBK Bireuen 2,5 tahun tidak memihak kepada kepentingan masyarakat miskin, mengundang reaksi anggota dewan setempat.

Tidak saja Ismail Adam yang mengoreksi pernyataan tersebut, namun juga direspon oleh sejumlah anggota DPRK Bireuen lainnya.

Politikus Partai Golkar, Syauqi Futaqi, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRK Bireuen juga angkat bicara terkait pernyataan Muzakkar yang telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Kepada sejumlah wartawan, Rabu (26/2/2020) Syauqi Futaqi mengatakan, ia sangat memahami konsep pembangunan yang dirancang oleh almarhum Bupati Bireuen H. Saifannur, SSos.

“Setiap penyusunan program pembangunan, almarhum Bapak H. Saifannur selalu berpesan, programnya harus berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat, baik itu infrastruktur maupun pemberdayaan ekonomi,” ungkap Syauqi.

Syauqi menyebutkan, salah satu program yang menyentuh kepentingan masyarakat miskin, pembangunan ribuan unit rumah layak huni di 17 kecamatan untuk kaum dhuafa setiap tahun. “Selain itu ada ribuan rumah masyarakat miskin yang direhab setiap tahun,” sebutnya.

Selama 2,5 tahun almarhum H. Saifannur memimpin Kabupaten Bireuen, lanjut Syauqi, banyak perbaikan bidang infrastruktur yang dilakukan. “Ini juga untuk kepentingan masyarakat. Seperti pembangunan irigasi, jalan usaha tani yang menghubungkan Kecamatan Jeumpa – Juli. Pembangunan sejumlah jalan dan jembatan untuk membuka keterisoliran . Itu kan untuk kepentingan langsung masyarakat, dampaknya juga pada perekonomian,” papar politikus asal Samalanga ini.

Kata Syauqi lagi, Plt Bupati pernah menyampaikan ke publik bahwa angka kemiskinan Kabupaten Bireuen telah menurun.

“Itu disampaikan Pak Muzakkar pada 19 Desember 2019 di media. Saat itu posisi beliau Wakil Bupati Bireuen. Dan kalau hari ini pernyataan beliau bahwa 2,5 tahun anggaran (APBK) tidak memihak kepada kepentingan masyarakat miskin, ibarat menepuk air didulang terpercik muka sendiri. Apalagi semua orang tahu, bahwa Pak Muzakkar satu paket dengan almarhum H. Saifannur pada Pilkada 2017,” paparnya.

Almarhum Bupati Saifannur, tambah anggota dewan Bireuen termuda ini, selama 2,5 tahun sangat baik membangun koordinasi dan komunikasi dengan Wakil Bupati.

“Setahu saya, almarhum Bapak (H. Saifannur) selalu berkoordinasi dengan Wabup menyangkut pembangunan Bireuen. Dan Pak Muzakkar juga pernah membuat pernyataan di media beberapa waktu lalu, bahwa almarhum H. Saifannur sudah dianggap seperti abang sendiri. Saya sangat terkejut dan heran kenapa Plt bisa mengeluarkan pernyataan seperti itu. Kami khawatir ini bisa menjadi polemik di tengah masyarakat,” tandas Syauqi Futaqi.

Seperti kita ketahui, lanjutnya, almarhum Bupati Saifannur mempunyai pendukung dan loyalis yang setia.

“Belum lagi saat ini keluarga masih merasakan suasana duka. Jadi kami berharap pernyataan – pernyataan seperti ini tidak dikeluarkan lagi oleh Plt Bupati,” imbuhnya.

Terakhir Syauqi mengajak semua pihak sama-sama memikirkan untuk membangun Bireuen. Dan Plt Bupati harus fokus menyelesaikan visi-misi ‘Fakar’ dalam sisa kepemimpinan yang masih ada, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bireuen.

“Mari merangkul jangan memukul,” pungkas Syauqi Futaqi. (Rizanur)