KABAR BIREUEN – Menyikapi banyaknya keluhan masyarakat terhadap pelayanan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Krueng Peusangan yang kurang baik, Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S.Sos meminta Pemkab Bireuen mengevaluasi kinerja perusahaan plat merah tersebut.

Diungkapkan Rusyidi Mukhtar, dalam beberapa hari ini dia mendapat keluhan dari masyarakat, khususnya pelanggan PDAM, yang mengaku kurang mendapat pelayanan yang baik dari perusahaan tersebut.

Menurut Politisi Partai Aceh tersebut, ada beberapa desa di Bireuen yang menggunakan Dana Desa untuk membangun jaringan air bersih ke desa mereka.

“Namun, dengan berbagai alasan, pihak PDAM Krueng Peusangan tidak mau mengairi air bersih ke rumah-rumah penduduk yang jaringan air bersihnya dibangun dengan Dana Desa,” sebut pria yang akran disapa Ceulangiek tersebut, Jumat (31/1/2020) kepada media.

Karena itu, pihaknya meminta Pemkab Bireuen untuk segera mengevaluasi kinerja PDAM Krueng Peusangan, termasuk Dirutnya.

“Dirut PDAM Krueng Peusangan sudah layak diganti, sebab sudah puluhan tahun menjadi Dirut. Selain itu, pelayanan juga masih kurang baik,” kata Ceulangiek.

Dikatakan Ceulangiek, selain kurang bagusnya pelayanan kepada masyarakat, laporan keuangan atau laporan kinerja perusahaan daerah itu juga tidak pernah dilaporkan kepada eksekutif maupun legislatif.

“Saya juga minta komisi terkait di DPRK agar mengawasi kinerja PDAM. PDAM Krueng Peusangan adalah milik pemerintah kabupaten. Tapi mengapa pihak eksekutif tidak pernah mengevaluasi kinerja perusahaan tersebut,” tanyanya.

“Berdasarkan informasi dan hasil penelusuran, harga pemasangan kilometer baru PDAM di luar Bireuen, hanya dibawah Rp 1 juta. Sementara pemasangan kilometer baru PDAM Krueng Peusangan Bireuen di atas Rp 1 juta,” sebut Ceulangiek. (Ihkwati)

 

 

BAGIKAN