Toko sepeda Santosa milik pasutri WNI Turunan Cina yang ditutup

KABAR BIREUEN-Gunawan bersama isterinya, pasangan suami isteri pemilik toko sepeda Sentosa di jalan Andalas Bireuen yang diketahui baru pulang dari Spanyol telah dikarantina mandiri di tokonya.

Kapolres Bireuen AKBP Gugum Gunawan SIK melalui Kapolsek Kota Juang AKP Sufli menjelaskan hal itu menjawab pertanyaan Kabar Bireuen di Polsek Kota Juang, Sabtu (28/3/2020).

Dikatakan, pihaknya bersama Keuchik Bandar Bireuen Adnan Adam setelah mendapat informasi dari masyarakat, segera turun ke Toko Sepeda Sentosa yang masih membuka tokonya, kemudian diperintahkan ditutup.

“Pasutri bersama keluarganya berstatus ODP itu harus mengkarantina diri selama 14 hari di toko tersebut,” sebut APK Sufli.

Pasutri Gunawan bersama isterinya yang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) sudah dilaporkan ke RSUD dr Fauziah sebagai salah satu rumah sakit rujukan virus corona Covid-19 untuk dites apakah pasutri tersebut positif atau negatif virus corona.

“Hal ini sangat penting dilakukan, perlu segera mengirimkan sampel ke rumah sakit rujukan yang memiliki peralatan laboratorium untuk diperiksa apakah pasutri tersebut positif atau negatif tertular virus corona, ODP atau PDP guna mencegah tertularnya virus corona kepada masyarakat lainnya,” kata Sufli.

Menurut Kapolsek Kota Juang itu, sejak merebaknya isu virus corona pihaknya bersama anggota telah mengkerantina sebanyak 40 orang ODP yang baru pulang dari Malaysia atau negara lainnya yang tertular virus corona.

Diimbau kepada warga yang baru pulang dari luar negeri atau daerah-daerahnya lainnya yang tertular virus corona harus jujur dan patuh wajib melaporkan diri untuk dikarantina mandiri dan dicek kesehatannya untuk keselamatan diri dan orang lain guna  mencegah tertularnya wabah virus corona.

“Masyarakat Kota Juang juga diimbau sementara ini tidak mengadakan acara keramaian dan nongkrong di warung kopi dan acara apa saja yang membuat berkumpulnya orang banyak, guna mencegah terjangkitnya virus corona,” harap Kapolsek Kota Juang. (H.AR Djuli).

BAGIKAN