Oleh: Anwar, S. Ag, M.A.P
MUSABAQAH Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke-36 yang digelar di Kabupaten Simeulue mulai 26 November s.d 2 Desember 2023, tidak hanya ajang untuk meningkatkan kualitas umat Islam di Aceh, tetapi juga menjadi sarana untuk mempersatukan umat Islam di Simeulue.
MTQ merupakan ajang yang mempertemukan umat Islam dari berbagai latar belakang, baik dari segi suku, ras, maupun agama. Melalui MTQ, umat Islam dapat saling mengenal dan memahami satu sama lain dari berbagai daerah di Aceh, sehingga tercipta persatuan dan kesatuan.
Persatuan dan kesatuan umat Islam di Aceh penting untuk dijaga, mengingat Provinsi Aceh ini mayoritas beragama Islam dan diakui negara sebagai daerah otonomi khusus. Selain itu, Aceh juga merupakan daerah yang rentan terhadap konflik vertikal.
MTQ Aceh yang digelar di Simeulue, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran umat Islam tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Hal ini, selaras dalam menjaga kamtibmas persiapan pemilu tahun 2024.

Berkumpulnya banyak orang di ajang MTQ Aceh di Simeulue, akan melahirkan semangat persatuan dan kesatuan umat Islam. Diskusi tentang berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini, tentunya akan terjadi antara satu kafilah dengan kafilah yang lain. Lomba-lomba antar cabang MTQ, dapat meningkatkan rasa persaudaraan antar umat Islam.
Kegiatan-kegiatan tersebut dapat membantu umat Islam yang saat ini berada di Simeulue, untuk saling memahami dan menghormati satu sama lain, sehingga dapat tercipta persatuan dan kesatuan umat.
Berikut adalah beberapa manfaat persatuan dan kesatuan umat Islam di Simeulue; Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Meningkatkan daya saing daerah dan meningkatkan citra daerah.
Persatuan dan kesatuan umat Islam di Simeulue merupakan hal yang penting untuk diwujudkan. MTQ Aceh yang digelar di Simeulue, dapat menjadi sarana untuk mewujudkan hal tersebut. []
*) Penulis: Ketua Kafilah MTQ Kabupaten Bireuen










