Keuchik Bandar Bireuen, Adnan Adam

KABAR BIREUEN  –  Sosok H Ruslan M Daud yang  akrab disapa HRD, Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKB tak asing lagi bagi masyarakat  Kabupaten Bireuen dan  Aceh, khususnya masyarakat Gampong Bandar Bireuen sebagai wakil rakyat yang peduli rakyat.

Pasalnya,  HRD meminta Pemerintah Aceh mencabut (menghapuskan) pemberlakuan jam malam di Aceh yang telah berlangsung seminggu lebih sejak 29/3/2020, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Aceh khususnya rakyat kecil  yang menjalankan usaha kecil jualan kopi, nasi dan makanan ringan malam hari di kawasan Rex kota Bandar Bireuen.

Hal itu dikatakan Keuchik Bandar Bireuen Adnan Adam dalam suatu wawancara khusus dengan Kabar Bireuen di Posko Covid-19 Bandar Bireuen Sabtu malam (4/4/2020).

Disebutkannya, atas nama Kepala Pemerintahan Gampong bersama masyarakat Bandar Bireuen, menyampaikan penghargaan dan berterima kasih kepada HRD yang telah meminta perberlakuan jam malam di Aceh dicabut. Ini sebagai kepeduliannya yang luar biasa untuk mencegah terpuruknya ekonomi rakyat kecil, agar tidak terancam kelaparan.

usaha Kecil masyarakat Bandar Bireuen, Kota Juang

Menurut Keuhik Adnan Adam,  selama seminggu lebh diberlakukan jam malam,  masyarakat yang menjalankan usaha kecil malam hari semakin  resah dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Pèrekonomiàn masyarakat semakin terpuruk dan dikhawatirkan akan terancam kelaparan.

Konon lagi dalam waktu dekat akan menghadapi meugang puasa dan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, berbagai kebutuhan hidup masyarakat sangat dibutuhkan.

“Alhamdulillah dengan adanya wakil rakyat yàng meminta perberlakuan jam malam di Aceh dicabut, telah dapat menghilangkan keresahan masyarakat di tengah maraknya pencegahan terpapar virus corona (Covid-19) di Aceh,” ungkap Adnan Adàm.

Dalam mencegah penyebaran wabah virus corona, masyarakat Bandar Bireuen akan tetap mematuhi peraturan, imbauan Pemerintah pusat, pemerintah Aceh, Pemkab Bireuen.

“Kita berdoa agar rakyat Aceh  mendapat perlindungan Allah SWT  dari wabah penyakit Ta’eut Ija Brok (wabah corona),” ujar Adnan Adam.

Sebelumnya sebagaimana disampaikannya pada media, HRD mengharapkan pada Pemerintah Aceh untuk mencabut pemberlakuan jam malam. Alasannya, pemberlakuan jam malam tersebut sangat berdampak pada perekonomian rakyat kecil. Terutama, imbasnya sangat dirasakan para pedagang kecil dan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). (H. AR Djuli)

 

BAGIKAN