Kamis, 14 Mei 2026

Ketua Komisi I DPRK Bireuen, Yufaidir SE: Kalau Data Tidak Valid, Jangan Gegabah Salurkan Bantuan

KABAR BIREUEN-Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen menilai data penerima bantuan jaring pengaman sosial di tengah pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemkab setempat amburadul.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi I DPRK Bireuen Yufaidir SE, kepada Kabar Bireuen, Selasa (12/5/2020).

Menurut Yufaidir, pendistribusian Bansos Pemkab Bireuen untuk warga miskin terdampak ekonomi akibat Covid-19 masih menjadi polemik di dalam masyarakat hingga saat ini.

“Kami menerima banyak keluhan. Ada warga yang seharusnya layak justru tidak menerima bantuan. Dan sebaliknya, yang tidak layak malah masuk dalam daftar penerima. Ini akibat Plt Bupati Bireuen terlalu gegabah menetapkan data penerima. Seharusnya kalau data tidak valid jangan salurkan dulu bantuan,” kata Yufaidir.

Kata politisi Partai Aceh yang akrab disapa Faidir ini, carut marutnya database calon penerima bantuan tersebut, diduga akibat kesalahan awal pendataan.

Faidir menilai, polemik Bansos Pemkab Bireuen diakibatkan belum tertibnya pendataan terkait calon penerima bantuan. Disinyalir, data calon penerima Bansos Pemkab Bireuen tumpang tindih dengan bantuan lainnya terkait penanganan pandemi virus Corona (Covid-19).

“Kalau data masih amburadul, jangan dulu lakukan penyaluran bansos. Sumber bantuan penanganan Covid-19 ini kan ada banyak pintu, tidak hanya bersumber dari Pemkab Bireuen,” tukasnya.

Sebut Faidir lagi, pada awalnya Pemkab Bireuen meminta data calon penerima Bansos dari keuchik (kades). Setelah mereka melakukan pendataan riil dengan mekanisme rembuk warga, namun ketika diajukan jumlah penerimanya tak sesuai dengan usulan.

“Ini yang menjadi persoalan, dan resikonya dihadapi oleh keuchik,” sebut mantan Keuchik Gampong Blang Seupeng, Kecamatan Jeumpa ini.

Sejak awal, lanjut Faidir, Dewan meragukan data penerima Bansos sejumlah 40.259 Kepala Keluarga yang disampaikan oleh Pemkab Bireuen.

“Kata mereka (Pemkab Bireuen) itu datanya sudah diverifikasi. Tapi kenyataannya ada sekitar 1.700 paket bantuan gagal disalurkan. Sebenarnya ini ada apa?” soal Faidir.

Pemkab Bireuen, lanjut Faidir, terkesan sangat memaksa untuk segera mengadakan dan menyalurkan bantuan bahan pokok (Bako) berupa beras, minyak goreng, mie instan sebanyak 40.259 paket.

“Jangan-jangan sudah ada deal-deal dengan pihak distributor, sehingga begitu menggebu-gebu ingin menyalurkan bantuan. Sementara data penerima belum valid,” duga alumnus Universitas Almuslim (Umuslim) ini.

Terakhir, Yufaidir mengingatkan Plt Bupati Bireuen Dr H. Muzakkar A Gani, SH MSi agar tidak menyalurkan bantuan tahap kedua sebelum datanya valid.

“Dan kami mengharamkan bantuan diberikan dalam bentuk barang. Tapi harus BLT (Bantuan Langsung Tunai) agar ekonomi dapat berputar di Bireuen,” pungkasnya. (Rizanur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

BSI Aceh Gelar Media Gathering, Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran...

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Banks...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Dukung Penguatan Infrastruktur Pelayanan Keagamaan, Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Pembangunan Gedung Layanan Haji

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menyerahkan hibah tanah kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Aceh yang diperuntukkan...

Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter BTJ 08 Embarkasi Aceh, Ini Pesan Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Bupati Bireuen, Ir. H Mukhlis, ST, secara resmi melepas keberangkatan 393 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang...

KABAR POPULER

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Dukung Penguatan Infrastruktur Pelayanan Keagamaan, Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Pembangunan Gedung Layanan Haji

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menyerahkan hibah tanah kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Aceh yang diperuntukkan...

Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter BTJ 08 Embarkasi Aceh, Ini Pesan Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Bupati Bireuen, Ir. H Mukhlis, ST, secara resmi melepas keberangkatan 393 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang...