H. Ruslan M. Daud (HRD) sedang berbincang-bincang dengan Menteri PUPR, Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D dan Wakil Menteri (Wamen) PUPR, John Wempi Wetipo, SH., MH di sela-sela Rapat Kerja Komisi V, Rabu (5/2/2020). (FOTO: FACHRUL RAZI)

KABAR BIREUEN – Ada sejumlah infrastruktur sangat dibutuhkan masyarakat di beberapa kabupaten/kota di Aceh, khususnya dalam wilayah Dapil Aceh 2 yang perlu perhatian serius dari pemerintah pusat.

Infrasruktur tersebut antara lain, jalan akses dari dan ke Makam Tjoet Meutia di Aceh Utara sepanjang 41 KM, Jembatan Evakuasi yang menghubungkan Pusong dengan Kandang Kota Lhokseumawe, Jembatan Enang-Enang Kabupaten Bener Meriah dan Jembatan Gandeng Peudada Kabupaten Bireuen.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD), kepada Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, John Wempi Wetipo, SH., MH, di sela-sela Rapat Kerja Komisi V, Rabu (5/2/2020).

Guna memastikannya, HRD mengajak putra asli Papua tersebut untuk melakukan kunjungan kerja ke beberapa lokasi di atas. HRD juga menyampaikan langsung permintaan itu kepada Menteri PUPR, Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D.

“Alhamdulillah, Pak Menteri mengabulkannya. Begitu juga Pak Wamen, langsung menyatakan kesediannya. Dia meminta stafnya untuk mengatur jadwal kunjungan ke Aceh dalam waktu dekat,” ungkap HRD dengan gembira.

Putra Aceh asal Bireuen tersebut menyatakan, pemerintah pusat harus memprioritaskan pembangunan untuk provinsi paling ujung pulau Sumatera ini. Sebab, saat ini Aceh masih tertinggal dari provinsi lain di Indonesia.

“Karena itu, harus ada ikhtiar keras dari kita, untuk mengejar ketinggalan pembangunan infrastruktur di Aceh,” jelas Bupati Bireuen masa jabatan 2012-2017 ini. (Suryadi)

BAGIKAN