KABAR BIREUEN – Sebanyak 51 anggota Panwascam se-Kabupaten Bireuen dilantik Ketua Panwaslu Bireuen, Abdul Majid SH di aula salah satu wisma di Bireuen, Selasa (5/12/2017).
Ketua Panwaslu Bireuen, Abdul Majid, SH dalam sambutannya menyebutkan, pemilu legislatif dan presiden akan dilaksanakan pada April 2019. Namun tahapannya sudah dimulai pada Oktober 2017 dengan pendaftaran partai politik peserta pemilu.
“Saudara-saudara merupakan putra-putri terbaik di kecamatan masing-masing dan kami percaya sebagai pengawas pemilu sebaik-baiknya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” harapnya.
Tugas panwascam semakin berat, potensi pelanggaran yang mungkin saja terjadi pada setiap tahapannya. Karenanya, dituntut agar dapat melakukan upaya-upaya preventif sehingga pelanggaran tidak terjadi.
Suksenya pengawasan, katanya, bukan karena banyaknya pelanggaran yang ditangani, namun bagaimana mencegah pelanggaran tak terjadi.
Dijarapkannya, jika ada pelanggaran, maka harus diselesaikan secara cepat dengan mempertimbangkan kearifan lokal serta tidak bertentangan dengan Undang-undang Pemilu.
“Kepada panwascam, setelah pulang dari sini, maka harus berkoordinasi dengan muspika setempat,” pesannya.
Semnetara itu, Bupati Bireuen diwakili Asisten I Setdakab Bireuen, Mursyid SP, melakukan pengawasan sesuai dengann pakta integritas yang telah diucapkan tadi.
Kabupaten Bireuen harus menjadi contoh untuk demokrasi di Aceh. Dia mengajak semuanya agar memelihara perdamaian sebaik-baiknya di Kabupaten Bireuen.
Kepada panwascam, ikuti aturan sesuai dengan tupoksi masing-masing, harus ada wawasan dan keikhlasan. Sama-sama menjaga untuk melanjutkan perdamaian.
Pembangunan akan berjalan jika kondusif, semoga Bireuen tetap aman dan menjadi contoh kabupaten lain.
“Panwascam dalam melakukan pengawasan jangan percaya sesuka hatinya atas info. Cek dulu ke lapangan, koordinasi dengan muspika. Laksanakan tugas dengan dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan sesuai Undang-undang. Seperti kata pepatah, uleu beumate, ranteng beek patah,” pungkasnya. (Ihkwati)









