KABAR BIREUEN- Masyarakat Kabupaten Bireuen membutuhkan pemerataan pembangunan dan keadilan.

Semua pembangunan yang dilaksanakan haruslah merata dan adil, tak hanya berfokus pada bidang tertentu dan kelompok tertentu saja.

Hal itu dikatakan Dahlan ZA, mantan anggota DPRK Bireuen dari Partai Aceh dalam acara pisah sambut anggota dewan Bireuen, Selasa (3/9/2019) malam di Meuligoe Bireuen.

Di Kabupaten Bireuen ini ada beberapa kelompok, ada kelompok pemerhati infrastruktur, kelompok pemerhati agama, kelompok pemerhati kesehatan, pemerhati pertanian, pemerhati pendidikan dan lainnya.

Untuk membangun Bireuen semua kelompok itu harus saling berkaitan.

“Bireuen ini bukan hanya butuh infrastruktur doang, agama doang, pertanian doang, kesehatan doang, bukan pendidikan doang, jadi semua kelompok itu harus dirangkum dan saling keterkaitan demi mebangun Bireuen lebih baik,” sebut pria yang akrab disapa Abu Dahlan itu,

Karena itulah, dia meminta kepada Bupati agar memperhatikan pemerataan dan keadilan dalam pembangunan.

“Masyarakat Butuh pemerataan pembangunan, butuh keadilan maka kita harus jeli,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Karena itu, katanya, semua yang dilakukan haruslah bermanfaat untuk masyarakatm harus untuk kesejahteraan masyarakat.

Dikatakannya, dia sudah menjadi anggota dewan, dalam tiga kepemimpinqn bupati.

Bupati Nurdin Abdul Rahman meski mendapat disclaimer, tapi berhasil membayar hutang-hutang semasa Bupati Mustafa A.Glanggang.

Sementara Bupati Ruslan M Daud menancapkan pembangunan Bireuen dan kondisi keuangan Bireuen sampai saat ini stabil. Kondisi balance dan stabil sampai saat ini dan ini berkat kerjasama.

Abu Dahlan sempat mengkritisi dan menyinggung ada kata-kata Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos yang sering dilontarkan, yang membuat semangat dewan jadi drop.

“Ingin saya sampaikan janganlah Pak Bupati berbahasa yang membuat kami tak bersemangat, ada kata- yang membuat kami drop, mengumpamankan seperti burung, lage beurijuk balee, nyan kata-kata yang membuat kami lemah, membuat mental kami gak kuat,” ungkapnya.

Menurut dia, kata-kata yang membuat semangat dan optimisme itu justru kata-kata Plh Sekda, ada kata-katanya kerja optimal dan maksimal.

Pada kesempatan itu, dia mengharapkan kerja sama dan kemitraan dengan semua unsur,  kerjasama dengan eksekutif, legislatif serta yudikatif.

Harus kerja sana yang baik dengan pihak yudikatif, dengan Polri dan TNI.

“Yudikatif sahabat kita, untuk apa kalau tak aman, jadi Kapolres dan jajaran bila ada kesalahan administrasi beri kami masukan,” harapnya. (Ihkwati)

BAGIKAN