KABAR BIREUEN – Kerusakan sejumlah sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bireuen, mengundang keprihatinan H. Ruslan M Daud (HRD), selaku Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh.

Karena itu, dia mengajak Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh, Muhammad Yoza Habibie, ST., MT meninjau sejumlah sekolah yang rusak tersebut, Minggu (28/6/2020).

Peninjauan ini dalam rangka mensurvei tingkat kerusakan sarana dan prasana pendidikan. Selanjutnya, akan diperbaiki oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa tindaklanjuti aspirasi sejumlah kepala sekolah. Para kepala sekolah menyampaikan ke saya, sekolah mereka dalam keadaan rusak parah. Membutuhkan perbaikan segera, guna menciptakan kondisi yang nyaman untuk proses belajar mengajar,” ungkap HRD di sela-sela peninjauan tersebut.

Dia menjelaskan, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mendapatkan tugas baru dari Presiden, untuk ikut terlibat dalam pembangunan, renovasi dan rehabilitasi sarana prasana pendidikan, olahraga, dan pasar.

Makanya,  kata HRD, hari ini dirinya mengajak saudara Yoza dan jajarannya selaku perpanjangan tangan Ditjen Cipta Karya di Aceh, untuk melihat langsung beberapa sekolah yang rusak. Karena penguasa anggaran yang mengeksekusi program ada di Kementerian.

“Sedangkan tugas saya di legislatif adalah mendorong dan melakukan pengawalan dan pengawasan, sebagaimana diamanatkan UU MD3,” jelas HRD.

Menurut HRD, dengan tambahan tugas tersebut, Kementerian PUPR juga mendapat tambahan anggaran yang digeser dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.

“Minggu lalu, Komisi V sudah melakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Bapak Menteri PUPR. Dalam paparan Bapak Menteri, disebutkan, tahun 2021 ada alokasi sebesar 4,56 triliun rupiah untuk pembangunan dan rehab sarana pendidikan serta 1,12 trilun rupiah untuk sarana olahraga dan pasar,” beber HRD.

Untuk itu, dia berharap, dengan Keterlibatan Kementerian PUPR dalam pembangunan infrastruktur fisik sarana pendidikan, olahraga dan pasar, akan menghasilkan kualitas bangunan yang lebih baik.

“Ruang kelas merupakan infrastruktur vital dalam dunia pendidikan. Jika tempat belajar nyaman, tentu saja akan berdampak terhadap fokus dan konsentrasi belajar mengajar. Ujung-ujungnya, akan berdampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan,” jelas Bupati Bireuen periode 2012-2017 ini.

Selain itu, menurut HRD, timnya juga akan mendata siswa-siswa yang akan mendapatkan Beasiswa Program Indonesia Pintar dari Kementerian Pendidikan tahun anggaran 2020.

“Alhamdulillah, melalui perjuangan Fraksi PKB, kita mendapatkan kuota ribuan Kartu Indonesia Pintar tahun ini. Nanti akan kita pilih penerimanya mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan Perguruan Tinggi, untuk kita ajukan ke Kemendikbud. Insya Allah cair tahun ini,” sebut HRD.

Sementara Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh, Muhammad Yoza Habibie, ST., MT, menyampaikan apresiasi atas kerja keras HRD untuk mendukung dan mempercepat agenda pembangunan pendidikan di Aceh.

“Sebenarnya Bapak Ruslan sudah mengusulkan daftar sekolah dari awal tahun 2020. Namun, karena tahun ini banyak realokasi dan refocussing anggaran untuk penanganan Covid-19, makanya terpaksa kita geser ke tahun depan,” jelas Yoza yang didampingi Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman, T. Davis F. Hamid.

Terkait hal itu, HRD meminta kepada Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh tersebut, untuk menindaklanjuti hasil survei hari ini secepat mungkin, sehingga pihaknya dapat berkoordinasi dengan pimpinan Kementerian PUPR, untuk diprioritaskan pembangunan atau rehabilitasinya secepat mungkin.

“Saat ini, kita sedang membahas anggaran untuk tahun 2021. Ini menjadi momentum tepat untuk kita perjuangkan program-program strategis yang menjadi aspirasi masyarakat kita, termasuk sarana dan prasarana pendidikan,” ujar politisi PKB ini. (Suryadi)