KABAR BIREUEN– Tiga anak di Bawah Lima Tahun (Balita) di Gampong Paku, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen masuk kategori berat badannya di Bawah Garis Merah (BGM) dalam Kartu Menuju Sehat (KMS).
Bidan Desa setempat, Elsyah Andriani, Amd, kepada Jurnalis Warga, Sabtu (7/10/2017) membenarkan adanya tiga balita yang masuk kategori BGM.
Menurutnya, ada dua cara pengukuran untuk penentuan gizi, yakni berat badan per umur yang dapat dilihat berat badan anak dibandingkan dengan umur melalui KMS.
Dijelaskan Elsyah Andriani, berat badan yang berada di BGM pada KMS merupakan perkiraan untuk menilai seseorang menderita gizi buruk. Tetapi bukan berarti seseorang balita telah menderita gizi buruk.
“Karena ada anak yang telah mempunyai pola pertumbuhan yang memang selalu dibawah garis merah pada KMS,” ungkapnya.
Penentuan gizi yang lain, sebutnya, dengan mengukur tinggi badan per umur (TB/U). Selama ini mereka mengakui sudah memberikan asupan gizi untuk anak- anak tersebut, melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Dana Desa juga dialokasi Rp12 juta untuk Posyandu. “Kami bersama kader juga sudah melakukan upaya supaya persoalan tersebut bisa diatasi. Bahkan kami gunakan dana tersebut untuk PMT yang beraneka ragam dan bergizi,” jelas Elsyah.
Masyitah, kader Posyandu Gampong Paku juga menyampaikan kekhawatirannya perihal kondisi tiga balita tersebut.
Dikatakannya, apa yang dialami tiga balita itu berhubungan dengan kondisi ekonomi warga setempat yang mayoritas bekerja sebagai petani.
Sehingga, sebagian dari mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya, selain pemberian makanan tambahan yang disediakan pada kegiatan posyandu.
“Harapan kami agar tiga balita tersebut tidak lagi berada diposisi BGM. Karena itu, sangat diperlukan sinergisitas dengan semua pihak untuk memperbaiki kondisinya,” pungkas Masyitah. (Khairiah dan Roslinawati)









