Rabu, 17 Juni 2026

Belum Tuntas Diperbaiki, Jalan Leubu–Ulee Gle Masih Banyak Lubang Berbahaya

KABAR BIREUEN, Makmur – Kondisi Jalan Leubu–Ulee Gle di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, masih membahayakan pengendara meski sebagian ruas telah diperbaiki. Bahkan, lokasi di kawasan Lampoh Rujak Tringgadeng yang sebelumnya menelan korban jiwa akibat pengendara terperosok ke lubang, hingga Minggu (10/5/2026) belum juga ditangani secara tuntas.

Warga menyebut, lubang di badan jalan tersebut hanya dipotong oleh pekerja tanpa dilakukan pengerukan maupun perbaikan lanjutan. Akibatnya, saat hujan turun, genangan air menutupi lubang, sehingga sulit dideteksi pengendara sepeda motor.

Tokoh masyarakat Makmur, Muhibuddin, mengatakan, masih banyak titik kerusakan di sepanjang Jalan Leubu yang membutuhkan penanganan segera dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten.

BACA JUGA:  Terperosok dalam Lubang Jalan Leubu-Ulee Gle, Ibu Enpat Anak Warga Tringgadeng Makmur Meninggal Dunia

“Pemerintah kecamatan dan kabupaten harus peka terhadap kondisi ini. Kalau dibiarkan, korban akan terus berjatuhan, apalagi saat musim hujan,” ujar Muhibuddin.

Menurut warga lainnya, Rizal, lubang di kawasan Lampoh Rujak Tringgadeng sebenarnya sempat ditimbun warga menggunakan tanah setelah terjadi kecelakaan maut. Namun, timbunan tersebut kembali hilang akibat diguyur hujan dan tergerus air yang menggenang di badan jalan.

Lubang di badan jalan yang ditutupi genangan air hujan di kawasan Lampoh Rujak, tempat warga Tringgadeng meninggal beberapa waktu lalu. (Foto: Faisal Ali/Kabar Bireuen)

“Karena sulit menebak posisi lubang, tadi sore sudah ada dua sepeda motor lagi yang terperosok, masing-masing Honda Beat dan Vario,” kata Rizal.

Tidak hanya di Tringgadeng, kerusakan jalan juga terjadi di Gampong Leubu Cot. Pengendara yang terjerembab ke lubang di lokasi itu berpotensi terjatuh meski sudah diberi tanda menggunakan cat pilok putih.

BACA JUGA: Jalan Utama Makmur Rusak Parah, Warga Berharap Segera Diperbaiki 

Kondisi serupa juga ditemukan di Gampong Blang Kuthang. Jalan aspal di kawasan tersebut telah dipotong untuk perbaikan, tetapi hingga kini belum direnovasi sehingga menyisakan lubang cukup besar yang membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan amatan di lapangan, mulai dari Simpang Leubu hingga Ulee Gle masih banyak terdapat lubang di badan jalan yang belum ditangani. Warga berharap pemerintah setempat segera melakukan penimbunan sementara agar pengendara tidak terjebak dan mengalami kecelakaan.

Warga Kecamatan Makmur juga meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi jalan utama tersebut. Ini demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas setiap hari. (Faisal Ali) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Empat Dosen UNIKI Lolos Inspiring Lecturer Program 2026 Paragon, Buka Peluang Riset dan Inovasi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Empat dosen Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos seleksi Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026,...

Kasatgas PRR: Penyintas Jangan Terlalu Lama dalam Kesulitan, Sudah Tujuh Bulan Mereka Susah

0
KABAR BIREUEN, Jakarta- Percepatan pelaksanaan program pemulihan permanen di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus didorong Satuan Tugas...

UNIKI Gelar Student Global Preneur Academy di Lhokseumawe, Bekali Mahasiswa Literasi Keimigrasian dan Jiwa...

0
KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk...

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Wabup Bireuen Serukan Semangat Hijrah dan Muhasabah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar zikir bersama dan tausiah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

KABAR POPULER

Kasatgas PRR: Penyintas Jangan Terlalu Lama dalam Kesulitan, Sudah Tujuh Bulan Mereka Susah

0
KABAR BIREUEN, Jakarta- Percepatan pelaksanaan program pemulihan permanen di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus didorong Satuan Tugas...

Empat Dosen UNIKI Lolos Inspiring Lecturer Program 2026 Paragon, Buka Peluang Riset dan Inovasi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Empat dosen Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos seleksi Inspiring Lecturer Program (ILP) 2026,...

Terjunkan 445 Petugas, Pemkab Bireuen dan BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26), dengan menerjunkan sebanyak...

Dikunjungi Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia, Pabrik Kelapa di Bireuen

0
KABAR BIREUEN -  Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan Republik Indonesia Dr, Ir. Agus Wahyudi, MM serta rombongan berkunjung ke pabrik berbahan...

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...