Jalan Utama Makmur Rusak Parah, Warga Berharap Segera Diperbaiki 

KABAR BIREUEN, Makmur — Kondisi jalan utama di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, kian memprihatinkan. Ruas penghubung dari Simpang Leubu menuju pusat Kecamatan Ulee Gle itu dilaporkan rusak parah, dipenuhi lubang dan kubangan air yang mengganggu aktivitas warga, terutama saat musim hujan.

Kerusakan jalan tersebar di sejumlah titik. Mulai dari Gampong Leubu Cot dan Leubu Mesjid masing-masing satu lokasi, Tringgadeng dua titik, Cot Kruet sepanjang sekitar 50 meter, Blang Kuthang dua lokasi, Lapehan Mesjid sekitar 100 meter di tiga titik, hingga Ulee Gle dengan empat titik kerusakan.

Seorang warga Makmur, Husaini, mengatakan, kondisi jalan tersebut sangat sulit dilalui, terutama saat hujan karena banyaknya genangan air yang menutupi lubang di badan jalan.

BACA JUGA: Warga Korban Tanah Longsor di Makmur Terpaksa Tinggal di Gubuk Darurat

“Di badan jalan Leubu banyak kubangan air yang tergenang jika musim hujan,” ujar Husaini, Sabtu (11/4/2026).

Warga Makmur menggunakan sepeda motor sedang melewati kubangan di badan jalan utama di wilayah Gampong Lapehan Mesjid. (Foto: Faisal Ali/Kabar Bireuen)

Dijelaskannya, saat musim kemarau pun kondisi jalan tetap berbahaya. Pengendara mobil harus ekstra hati-hati karena banyak lubang besar yang menganga di sepanjang jalan.

BACA JUGA: Camat Makmur Lantik M. Zaini Sebagai Keuchik Panteu Breuh, Minta Jaga Amanah dan Disiplin Kerja

Keluhan serupa disampaikan Nurjannah, seorang guru yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah setempat, minimal dilakukan penimbunan sementara agar jalan bisa dilalui dengan lebih aman.

“Kami mengharapkan pemerintah Kecamatan Makmur untuk menimbun jalan yang berlubang tersebut supaya nyaman dilalui,” kata Nurjannah.

Kondisi jalan digenangi air di Gampong Tringgadeng. (Foto: Faisal Ali/Kabar Bireuen)

Menurutnya, tanpa perbaikan, pengendara terpaksa berbelok-belok atau mengambil sisi jalan untuk menghindari lubang, yang justru meningkatkan risiko kecelakaan.

BACA JUGA: Dua Warga Makmur Meninggal Tertimbun Longsor dan Terseret Banjir

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan sudah sangat mengkhawatirkan. Banyak kubangan besar menyerupai kubangan kerbau, serta lubang-lubang kecil yang berpotensi menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh, terutama saat tertutup air di musim hujan.

Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Bireuen segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut. Selain sebagai akses utama masyarakat, jalur ini juga menjadi alternatif penting jika Jembatan Krueng Tingkeum mengalami kemacetan atau gangguan, baik menuju Banda Aceh maupun Medan. (Faisal Ali)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Tidak Berpengaruh Mahalnya Harga Mahar, Pernikahan di KUA Makmur Justru Meningkat Drastis

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Mahalnya harga mahar ternyata tidak menjadi penghalang bagi pasangan calon pengantin (catin) untuk melangsungkan pernikahan di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen....

Dirut Bank Aceh Syariah dan Jamaah Haji Kloter 2 Aceh Ziarahi Makam Habib Bugak,...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen— Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, bersama jamaah haji Kloter 2 asal Aceh melaksanakan ziarah dan doa bersama...

Ratusan Hektare Sawah Masih Tertimbun Endapan Banjir, Pendapatan Petani Kuta Blang Terpuruk

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang – Ratusan hektare lahan sawah di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, hingga kini masih tertimbun material tanah akibat banjir yang...

Bupati Mukhlis Fasilitasi Ambulans Jemput Pekerja Asal Bireuen yang Sakit Dipulangkan dari Malaysia

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Respons cepat ditunjukkan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, dengan memfasilitasi ambulans untuk menjemput seorang warga Kabupaten Bireuen yang dipulangkan...

Melalui Mekanisme Tender, Kementerian Pertanian Cetak Sawah Rakyat 140 Hektar di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen--Program Cetak Sawah Rakyat seluas 140 hektare di Kabupaten Bireuen dimulai pada akhir Juni dan akan selesai pada akhir Agustus 2026. Progam Cetak...

KABAR POPULER

Merasa Tak Dihargai, Wartawan Boikot Konferensi Pers di Mapolres Bireuen 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Belasan wartawan media cetak, elektronik, dan online di Kabupaten Bireuen memboikot konferensi pers terkait kasus tertembaknya seorang anggota TNI Subdenpom...

Melalui Mekanisme Tender, Kementerian Pertanian Cetak Sawah Rakyat 140 Hektar di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen--Program Cetak Sawah Rakyat seluas 140 hektare di Kabupaten Bireuen dimulai pada akhir Juni dan akan selesai pada akhir Agustus 2026. Progam Cetak...

Bupati Mukhlis Fasilitasi Ambulans Jemput Pekerja Asal Bireuen yang Sakit Dipulangkan dari Malaysia

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Respons cepat ditunjukkan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, dengan memfasilitasi ambulans untuk menjemput seorang warga Kabupaten Bireuen yang dipulangkan...

Ratusan Hektare Sawah Masih Tertimbun Endapan Banjir, Pendapatan Petani Kuta Blang Terpuruk

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang – Ratusan hektare lahan sawah di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, hingga kini masih tertimbun material tanah akibat banjir yang...

Sekda Pidie Jaya Sambut Ratusan Mahasiswa KKM UNIKI, Siap Wujudkan Gampong Tangguh dan Mandiri

0
KABAR BIREUEN, Pidie Jaya – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) akan melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Angkatan VII Tahun 2026 di 20...