KABAR BIREUEN, Makmur – Sriyusnidar (40), warga Gampong Tringgadeng, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang jalan Leubu-Ulee Gle, di kawasan lampoh rujak gampong setempat, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Peristiwa tragis itu terjadi saat korban mengendarai sepeda motor menuju Dayah Raudhatussalam Serambi Aceh di Gampong Leubu Mesjid untuk menjemput putrinya, Khalisa (15). Namun nahas, di tengah perjalanan, korban diduga tidak melihat lubang di badan jalan berdiameter sekitar 50 x 50 sentimeter dengan kedalaman sekitar 5 inci.
“Korban terperosok ke lubang lalu terpental ke badan jalan,” ujar seorang warga setempat.
Akibat kejadian tersebut, sepeda motor Honda Vario 150 warna putih yang dikendarai korban mengalami pecah ban depan. Sementara Sriyusnidar terjatuh dan mengalami luka pada bagian siku.
Warga yang melihat kejadian itu, segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Makmur menggunakan ambulans. Namun, beberapa saat setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Kemudian, jasad Sriyusnidar dibawa pulang ke rumah duka di Gampong Tringgadeng untuk disemayamkan.
BACA JUGA: Jalan Utama Makmur Rusak Parah, Warga Berharap Segera Diperbaiki
Diketahui, jarak rumah korban ke lokasi dayah sekitar 600 meter. Saat kejadian, suami korban, Munazar, sedang bekerja di Banda Aceh. Sriyusnidar meninggalkan empat orang anak, yakni Khalisa (15), Raul Alfitra (9), Arkha (4), dan Meca Safira (2).
Peristiwa tersebut menambah daftar korban kecelakaan akibat kondisi jalan rusak di kawasan tersebut. Lubang di badan jalan Leubu-Ulee Gle memang sudah lama dikeluhkan warga karena kerap menyebabkan pengendara terjatuh, terutama saat musim hujan ketika lubang tertutup genangan air.
Azharuddin, warga setempat, mengungkapkan, sebelumnya dua warga Gampong Pandak juga mengalami kecelakaan di lokasi yang sama hingga harus dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen. Mereka mengalami patah tulang di bahu dan sampai saat ini belum sembuh.
Warga Kecamatan Makmur berharap, pemerintah segera memperbaik jalan tersebut agar tidak kembali memakan korban jiwa.
“Kami sangat berharap, lubang-lubang ini segera diperbaiki sebelum memakan korban berikutnya,” pinta seorang warga setempat. (Faisal Ali)









