KABAR BIREUEN – Abdu Khair, mengalami kelainan jantung (jantung bocor) dan harus menjalani perawatan di rumah sakit selama tujuh bulan terakhir ini.
Selama ini, balita 14 bulan itu harus berobat jalan di Rumah Sakit Umum Dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Anak pasangan Ismadi dan Wardati, warga Gampong Cot Batee, Kecamatan Kuala itu tentu saja membutuhkan penanganan yang serius untuk kelainan jantung yang dialaminya.
Hal itu dikatakan Pendiri Forum Peduli Masyarakat Kuala, Bachtiar Ryan kepada Kabar Bireuen, Sabtu (26/8/2017).
Diebuitkan Bachtiar Ryan, awalnya ayah dari bocah ini tidak tau kalau anaknya mengidap penyakit kelainan jantung.
Setelah mendapatkan perawatan dari Puskesmas Kuala dan Rumah Sakit Umum Daeraha (RUD) dr Fauziah Bireuen, ternayta Abdul Khair harus dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh.
Dikatakannya, dari bincang-bincangnya dengan orang tua Abdul Khair saat dia mengunjungi keluarga itu, Jumat (25/8/2017) kemarin, bersama ketua relawan kuala Mandiri, Abu Khairil, diketahui jika balita itu membutuhkan pengobatan atau berobat jalan ke RSUDZA Banda Aceh selama dua tahun.
“Meski untuk obatnya gratis, tapi butuh baiaya perjalan ke Banda Aceh. Karena itu kita memohon bantuan dari dermanwan, donatur atau pemerintahan daerah agar membantu biaya berobat jalan Abdul Khair ke Banda Aceh,” jelasnya.
Dia juga telah menghubungi Azhari dari Lembaga Peduli Dhuafa Aceh (LPDA) Bireuen untuk meminta bantuan terkait biaya keberangkatan untuk berobat tersebut.
“Ayah Abdul Khair dalam satu bulan harus 3 kali bolak balik ke Banda Aceh, yaitu 2 kali untuk ambil obat dan satu kali untuk membawa balita itu menjalani perawatan di rumah sakit,” sebutnya.
Diungkapkan pria yang akrab disapa Ryan itu, pekerjaan orang tua Abdul Khair adalah berjualan di kios kecil di depan rumah. (Ihkwati)








