KABAR BIREUEN – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PPP, Drs. H. Anwar Idris, mengatakan, Indonesia khususnya Aceh, berpotensi mengembangkan wisata berbasis syariah atau yang lebih dikenal dengan wisata halal.
Hal itu diutarakan Anwar Idris dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Bimtek Sinkronisasi Promosi Pariwisata Aceh Timur di Hotel Royal, Idi, Aceh Timur, Senin (6/8/2018).
Menurutnya, wisata berbasis syariah, sudah dilakukan oleh negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Mereka mendapat dukungan dari pemerintahnya.
“Bahkan, di Eropa pun sudah ada wisata halal. Hotel dan restoran yang punya label halal menjadi indikator mereka sudah melakukan standarnisasi,” katanya.
Mantan Anggota DPR Aceh periode 2009-2014 ini menandaskan, pada dasarnya Aceh memiliki destinasi wisata yang rata-rata sangat indah dan tak kalah dengan wilayah lain di Indonesia.
Dia berharap, Kemenpariwisata atau stakeholder dalam mempromosikan potensi wisata daerah, khususnya Aceh, harus cerdas memanfaatkan teknologi IT atau sosmed.
“Gunakan cara yang kreatif, memasukkan unsur islami, indah dan damai,” harapnya.
Politikus senior yang sangat peduli terhadap kemajuan pendidikan di dapilnya ini, mengharapkan, pemerintah daerah harus serius menjadikan sektor wisata sebagai tulang punggung perekonomian di daerahnya.
“Kita tidak selamanya bisa bergantung dari kekayaan alam seperti migas, yang bakal habis pada saatnya. Sektor pariwisata harusnya menjadi prioritas utama investasi masa kini dan masa mendatang,” papar mantan Wakil Ketua DPRK Bireuen yang sukses memperjuangkan beasiswa untuk puluhan ribu siswa dan ratusan beasiswa bidikmisi setiap tahun ini.
Anwar Idris juga menekankan, dalam pembangunan industri pariwisata, pemerintah harus meningkatkan partisipasi usaha lokal. Dalam industri pariwisata nasional dan meningkatkan keragaman serta daya saing produk/jasa pariwisata nasional di setiap destinasi pariwisata.
Menurut putra Peusangan ini, pembangunan destinasi pariwisata yang bertujuan meningkatkan daya tarik daerah tujuan wisata berdaya saing di dalam dan di luar negeri, harus efektif dan rasional. Sebab, anggaran yang digunakan untuk promosi, boleh dikatakan juga cukup terbatas.
“Maka fokuskan ke daerah yang mempunyai potensi pariwisata, dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Membangun sumber daya manusia pariwisata, untuk menambah tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian daerah,” pungkas Anwar Idris. (Rizanur)










