Warga Korban Tanah Longsor di Makmur Terpaksa Tinggal di Gubuk Darurat

KABAR BIREUEN, Makmur — Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Rabu (26/11/2025), meninggalkan duka mendalam bagi warga di sejumlah gampong. Puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka harus mengungsi, bahkan ada yang terpaksa tinggal sementara di gubuk darurat.

Salah satu korban, Muslim Ishak, warga Gampong Cot Kruet, bersama istri, Salmawati dan anaknya, Muhammad Arif, kepada Kabar Bireuen, Senin (29/12/2025), menceritakan detik-detik rumahnya dihantam longsor. Saat kejadian sekitar pukul 23.00 WIB, dia sedang beristirahat bersama keluarga karena hujan deras mengguyur sejak sore.

“Tiba-tiba istri saya bilang tanah di belakang rumah sudah turun. Saat saya lihat, longsor langsung menghantam rumah. Ya Allah, rumah saya habis,” tutur Muslim lirih.

Longsor langsung merobohkan dinding belakang rumahnya dan material tanah masuk hingga ke dapur serta teras. Malam itu, Muslim bersama istri dan anak terpaksa mengungsi ke rumah iparnya.

Kini, mereka tidak bisa lagi menempati rumah bantuan tersebut. Sebagai tempat tinggal sementara, Muslim membangun gubuk darurat dari sisa papan yang tidak tertimbun lumpur.

“Gubuk ini hanya untuk berteduh, beristirahat, dan beribadah,” ujarnya.

Muslim sangat berharap bantuan rumah dan alat berat untuk membersihkan material longsor.

Nasib serupa dialami warga di Gampong Ulee Gle. Seorang warga bernama Bardah, kini tinggal di rumah anaknya. Keuchik Ulee Gle, Maimuddin, mengatakan, warganya sangat membutuhkan tenda darurat dari BPBD.

“Kalau ada tenda BNPB, bisa digunakan sebagai tempat berteduh sementara,” ujarnya.

Muslim Ishak sedang melihat rumahnya yang rusak tertimbun tanah longsor. (Foto: Faisal Ali/Kabar Bireuen)

Di Gampong Blang Dalam, longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan menghantam rumah Tgk. M. Nur Rusli. Material tanah menerobos ruang tamu hingga kamar tidurnya.

“Malam itu saya harus tidur di rumah tetangga bersama istri dan lima anak,” katanya.

Dia berharap, bagian belakang rumahnya dapat diturap agar tidak terjadi longsor susulan.

“Kalau pakai alat berat, tanah bisa turun lagi. Lebih aman diturap,” ujarnya.

Saat ini, M. Nur tinggal sementara di rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 500 meter.

Sementara itu, Jailani beserta istri dan dua anaknya juga harus mengungsi ke Gampong Pandak dan menumpang di rumah mertua akibat rumah mereka rusak berat.

Di Gampong Batee Dabai, sedikitnya lima kepala keluarga terdampak. Di antaranya, Zulkadi bersama istri dan tiga anak, Munir Agani beserta keluarga, serta Sarjani dan istri yang kini menumpang di rumah tetangga.

Sementara Khadijah Syamaun tinggal di rumah anaknya, dan Husaini Yusuf bersama istri serta dua anak, terpaksa menempati bekas kantor keuchik.

“Kami tidak berani tinggal di rumah lagi karena sudah rusak. Tinggal di kantor keuchik bukan pilihan, tapi tidak ada tempat lain,” kata Nurhalimah, istri Husaini.

Munir, warga Gampong Ara Lipeh bersama Keuchik Fahri dan petugas BPBD Bireuen foto bersama di samping tenda BNPB dan rumahnya yang sudah dibongkar. (Foto: Faisal Ali/Kabar Bireuen)

Di Gampong Ara Lipeh, Kemukiman Suka Damai, longsor juga memaksa Munir mengungsi ke rumah mertuanya di Gampong Tanjong Mulia.

“Rumah sudah dibongkar dan akan dibangun di lokasi lain,” ujar Keuchik Ara Lipeh, Fahri.

Sementara di Gampong Blang Mane, Keuchik Sarazi menyebutkan, sebanyak tiga unit rumah terdampak longsor. Dua masih bisa ditempati, sementara satu keluarga atas nama Taufik terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Camat Makmur, Asrial Vahmi, S.STP., M.Tr.IP, kepada Kabar Bireuen, Senin (29/12/2025), menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Bireuen untuk penanganan darurat.

“Kami sudah memesan tenda ke BPBD dan alat berat jenis beko untuk rumah yang rusak berat. Data penerima bantuan sudah kami kumpulkan dari para keuchik,” ujarnya.

Pada Rabu (31/12/2025), tenda bantuan tersebut telah disalurkan langsung ke sejumlah gampong, yakni Ulee Gle (2 unit), Cot Kruet (2 unit), Ara Lipeh (1 unit), dan Batee Dabai (1 unit).

Selain tenda, warga juga menerima paket sembako berupa mie instant, biskuit, susu, pampers, sereal, dan kebutuhan dasar lainnya. (Faisal Ali)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

POMABA UNIKI Dimulai, 1.468 Mahasiswa Baru Disiapkan Hadapi Dunia Kampus dan Dunia Kerja

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 1.468 mahasiswa baru Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen mulai mengikuti Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (POMABA) Tahun Akademik 2026....

Fikom Umuslim Raih Predikat Fakultas Terbaik PKKMB 2026

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) berhasil meraih predikat Fakultas Terbaik dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru...

Bupati Bireuen Perkuat Sinergi dengan Ketua PMI, Misi Kemanusiaan Jadi Prioritas

0
KABAR BIREUEN,Bireuen—Semangat membangun Bireuen tidak hanya membutuhkan kebijakan dan program pemerintah, tetapi juga kekuatan kebersamaan, kepedulian, serta gerakan kemanusiaan yang hadir di tengah masyarakat. Semangat...

Berikan Pembekalan kepada Mahasiswa Baru UNIKI, Ini Pesan Kapolres Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa– Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., menjadi narasumber dalam Pengenalan Orientasi Mahasiswa Baru (Pomaba) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI),...

Pemerintah Aceh Percepat Pelayaran Ro-Ro Krueng Geukueh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

0
BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mempercepat realisasi pembukaan jalur pelayaran kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) Krueng Geukueh, Aceh Utara–Penang, Malaysia, yang menjadi salah satu program prioritas...

KABAR POPULER

Pertanyakan Data dan Kepastian Pencairan Jadup, Koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Bireuen Audiensi dengan BPBD

0
KABAR BIREUEN, Bireuen –Korban banjir yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Sipil Bireuen melakukan  audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen di aula...

Saladin Terharu dan Bangga, Telah Purna Tugas Masih Dicintai Wartawan

0
KABAR BIREUEN - Mantan Kapolres Bireuen, Kombes Pol (Purn) Teuku Saladin, SH, mengaku, sangat terharu dan bangga. Meski dirinya telah purna tugas, tapi masih...

368 Mahasiswa Fikom Umuslim Ikuti PKKMB, Siap Menapaki Dunia Kampus

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, menyambut 368 mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru...

Terungkap, BPJS Diduga Berikan Kuota Penanganan Katarak Fakoemulsifikasi untuk RS Swasta Lebih Banyak daripada...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikabarkan memberikan kuota penanganan Katarak Fakoemulsifikasi/ Phacoemulsifikasi (operasi sedot) untuk salah satu rumah sakit...

Rombongan Pemain SSB Bijeh Mata Cot Rabo Tiba di Padang Pariaman untuk Berlaga di...

0
KABAR BIREUEN, Padang -Rombongan Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata U-10 dan U-12 Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Bireuen, yang akan berlaga di Kompetisi...