Selasa, 13 Januari 2026

Warga Korban Tanah Longsor di Makmur Terpaksa Tinggal di Gubuk Darurat

KABAR BIREUEN, Makmur — Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Rabu (26/11/2025), meninggalkan duka mendalam bagi warga di sejumlah gampong. Puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka harus mengungsi, bahkan ada yang terpaksa tinggal sementara di gubuk darurat.

Salah satu korban, Muslim Ishak, warga Gampong Cot Kruet, bersama istri, Salmawati dan anaknya, Muhammad Arif, kepada Kabar Bireuen, Senin (29/12/2025), menceritakan detik-detik rumahnya dihantam longsor. Saat kejadian sekitar pukul 23.00 WIB, dia sedang beristirahat bersama keluarga karena hujan deras mengguyur sejak sore.

“Tiba-tiba istri saya bilang tanah di belakang rumah sudah turun. Saat saya lihat, longsor langsung menghantam rumah. Ya Allah, rumah saya habis,” tutur Muslim lirih.

Longsor langsung merobohkan dinding belakang rumahnya dan material tanah masuk hingga ke dapur serta teras. Malam itu, Muslim bersama istri dan anak terpaksa mengungsi ke rumah iparnya.

Kini, mereka tidak bisa lagi menempati rumah bantuan tersebut. Sebagai tempat tinggal sementara, Muslim membangun gubuk darurat dari sisa papan yang tidak tertimbun lumpur.

“Gubuk ini hanya untuk berteduh, beristirahat, dan beribadah,” ujarnya.

Muslim sangat berharap bantuan rumah dan alat berat untuk membersihkan material longsor.

Nasib serupa dialami warga di Gampong Ulee Gle. Seorang warga bernama Bardah, kini tinggal di rumah anaknya. Keuchik Ulee Gle, Maimuddin, mengatakan, warganya sangat membutuhkan tenda darurat dari BPBD.

“Kalau ada tenda BNPB, bisa digunakan sebagai tempat berteduh sementara,” ujarnya.

Muslim Ishak sedang melihat rumahnya yang rusak tertimbun tanah longsor. (Foto: Faisal Ali/Kabar Bireuen)

Di Gampong Blang Dalam, longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan menghantam rumah Tgk. M. Nur Rusli. Material tanah menerobos ruang tamu hingga kamar tidurnya.

“Malam itu saya harus tidur di rumah tetangga bersama istri dan lima anak,” katanya.

Dia berharap, bagian belakang rumahnya dapat diturap agar tidak terjadi longsor susulan.

“Kalau pakai alat berat, tanah bisa turun lagi. Lebih aman diturap,” ujarnya.

Saat ini, M. Nur tinggal sementara di rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 500 meter.

Sementara itu, Jailani beserta istri dan dua anaknya juga harus mengungsi ke Gampong Pandak dan menumpang di rumah mertua akibat rumah mereka rusak berat.

Di Gampong Batee Dabai, sedikitnya lima kepala keluarga terdampak. Di antaranya, Zulkadi bersama istri dan tiga anak, Munir Agani beserta keluarga, serta Sarjani dan istri yang kini menumpang di rumah tetangga.

Sementara Khadijah Syamaun tinggal di rumah anaknya, dan Husaini Yusuf bersama istri serta dua anak, terpaksa menempati bekas kantor keuchik.

“Kami tidak berani tinggal di rumah lagi karena sudah rusak. Tinggal di kantor keuchik bukan pilihan, tapi tidak ada tempat lain,” kata Nurhalimah, istri Husaini.

Munir, warga Gampong Ara Lipeh bersama Keuchik Fahri dan petugas BPBD Bireuen foto bersama di samping tenda BNPB dan rumahnya yang sudah dibongkar. (Foto: Faisal Ali/Kabar Bireuen)

Di Gampong Ara Lipeh, Kemukiman Suka Damai, longsor juga memaksa Munir mengungsi ke rumah mertuanya di Gampong Tanjong Mulia.

“Rumah sudah dibongkar dan akan dibangun di lokasi lain,” ujar Keuchik Ara Lipeh, Fahri.

Sementara di Gampong Blang Mane, Keuchik Sarazi menyebutkan, sebanyak tiga unit rumah terdampak longsor. Dua masih bisa ditempati, sementara satu keluarga atas nama Taufik terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Camat Makmur, Asrial Vahmi, S.STP., M.Tr.IP, kepada Kabar Bireuen, Senin (29/12/2025), menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Bireuen untuk penanganan darurat.

“Kami sudah memesan tenda ke BPBD dan alat berat jenis beko untuk rumah yang rusak berat. Data penerima bantuan sudah kami kumpulkan dari para keuchik,” ujarnya.

Pada Rabu (31/12/2025), tenda bantuan tersebut telah disalurkan langsung ke sejumlah gampong, yakni Ulee Gle (2 unit), Cot Kruet (2 unit), Ara Lipeh (1 unit), dan Batee Dabai (1 unit).

Selain tenda, warga juga menerima paket sembako berupa mie instant, biskuit, susu, pampers, sereal, dan kebutuhan dasar lainnya. (Faisal Ali)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang, Dewan Bireuen Minta BPBD Percepat Distribusi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah anggota DPRK Bireuen ke gudang logistik Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, bantuan...

Mengabdi di Pedalaman Aceh, Empat Mahasiswa UNIKI Jadi Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Komitmen generasi muda dalam memajukan pendidikan di daerah terpencil kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak...

Galang Dana Secara Mandiri, SMPN 5 Juli Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli-Sebanyak 21 orang siswa siswi SMP Negeri 5 Juli dari Desa Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Salah Sirong dan Bivak yang...

Tembus Medan Ekstrem, Tim Medis PPNI RSU BMC dan Dompet Dhuafa Aceh Layani Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Di tengah medan yang sulit dan risiko perjalanan tinggi, DPK PPNI RSU BMC bersama Dompet Dhuafa Aceh tetap menunjukkan komitmen...

Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun Tak Jadi Dipotong, Wagub Apresiasi Keputusan Presiden

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun kembali utuh setelah sebelumnya sempat dipangkas...

KABAR POPULER

Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang, Dewan Bireuen Minta BPBD Percepat Distribusi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah anggota DPRK Bireuen ke gudang logistik Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, bantuan...

Galang Dana Secara Mandiri, SMPN 5 Juli Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli-Sebanyak 21 orang siswa siswi SMP Negeri 5 Juli dari Desa Simpang Jaya, Simpang Mulia, Alue Limeng, Salah Sirong dan Bivak yang...

Mengabdi di Pedalaman Aceh, Empat Mahasiswa UNIKI Jadi Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Komitmen generasi muda dalam memajukan pendidikan di daerah terpencil kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Sebanyak...

Tembus Medan Ekstrem, Tim Medis PPNI RSU BMC dan Dompet Dhuafa Aceh Layani Korban...

0
KABAR BIREUEN, Juli - Di tengah medan yang sulit dan risiko perjalanan tinggi, DPK PPNI RSU BMC bersama Dompet Dhuafa Aceh tetap menunjukkan komitmen...

Anggaran TKD Aceh Rp1,7 Triliun Tak Jadi Dipotong, Wagub Apresiasi Keputusan Presiden

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memastikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2026 senilai Rp1,7 triliun kembali utuh setelah sebelumnya sempat dipangkas...