Jumat, 15 Mei 2026

Warga Korban Tanah Longsor di Makmur Terpaksa Tinggal di Gubuk Darurat

KABAR BIREUEN, Makmur — Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, Rabu (26/11/2025), meninggalkan duka mendalam bagi warga di sejumlah gampong. Puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka harus mengungsi, bahkan ada yang terpaksa tinggal sementara di gubuk darurat.

Salah satu korban, Muslim Ishak, warga Gampong Cot Kruet, bersama istri, Salmawati dan anaknya, Muhammad Arif, kepada Kabar Bireuen, Senin (29/12/2025), menceritakan detik-detik rumahnya dihantam longsor. Saat kejadian sekitar pukul 23.00 WIB, dia sedang beristirahat bersama keluarga karena hujan deras mengguyur sejak sore.

“Tiba-tiba istri saya bilang tanah di belakang rumah sudah turun. Saat saya lihat, longsor langsung menghantam rumah. Ya Allah, rumah saya habis,” tutur Muslim lirih.

Longsor langsung merobohkan dinding belakang rumahnya dan material tanah masuk hingga ke dapur serta teras. Malam itu, Muslim bersama istri dan anak terpaksa mengungsi ke rumah iparnya.

Kini, mereka tidak bisa lagi menempati rumah bantuan tersebut. Sebagai tempat tinggal sementara, Muslim membangun gubuk darurat dari sisa papan yang tidak tertimbun lumpur.

“Gubuk ini hanya untuk berteduh, beristirahat, dan beribadah,” ujarnya.

Muslim sangat berharap bantuan rumah dan alat berat untuk membersihkan material longsor.

Nasib serupa dialami warga di Gampong Ulee Gle. Seorang warga bernama Bardah, kini tinggal di rumah anaknya. Keuchik Ulee Gle, Maimuddin, mengatakan, warganya sangat membutuhkan tenda darurat dari BPBD.

“Kalau ada tenda BNPB, bisa digunakan sebagai tempat berteduh sementara,” ujarnya.

Muslim Ishak sedang melihat rumahnya yang rusak tertimbun tanah longsor. (Foto: Faisal Ali/Kabar Bireuen)

Di Gampong Blang Dalam, longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan menghantam rumah Tgk. M. Nur Rusli. Material tanah menerobos ruang tamu hingga kamar tidurnya.

“Malam itu saya harus tidur di rumah tetangga bersama istri dan lima anak,” katanya.

Dia berharap, bagian belakang rumahnya dapat diturap agar tidak terjadi longsor susulan.

“Kalau pakai alat berat, tanah bisa turun lagi. Lebih aman diturap,” ujarnya.

Saat ini, M. Nur tinggal sementara di rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 500 meter.

Sementara itu, Jailani beserta istri dan dua anaknya juga harus mengungsi ke Gampong Pandak dan menumpang di rumah mertua akibat rumah mereka rusak berat.

Di Gampong Batee Dabai, sedikitnya lima kepala keluarga terdampak. Di antaranya, Zulkadi bersama istri dan tiga anak, Munir Agani beserta keluarga, serta Sarjani dan istri yang kini menumpang di rumah tetangga.

Sementara Khadijah Syamaun tinggal di rumah anaknya, dan Husaini Yusuf bersama istri serta dua anak, terpaksa menempati bekas kantor keuchik.

“Kami tidak berani tinggal di rumah lagi karena sudah rusak. Tinggal di kantor keuchik bukan pilihan, tapi tidak ada tempat lain,” kata Nurhalimah, istri Husaini.

Munir, warga Gampong Ara Lipeh bersama Keuchik Fahri dan petugas BPBD Bireuen foto bersama di samping tenda BNPB dan rumahnya yang sudah dibongkar. (Foto: Faisal Ali/Kabar Bireuen)

Di Gampong Ara Lipeh, Kemukiman Suka Damai, longsor juga memaksa Munir mengungsi ke rumah mertuanya di Gampong Tanjong Mulia.

“Rumah sudah dibongkar dan akan dibangun di lokasi lain,” ujar Keuchik Ara Lipeh, Fahri.

Sementara di Gampong Blang Mane, Keuchik Sarazi menyebutkan, sebanyak tiga unit rumah terdampak longsor. Dua masih bisa ditempati, sementara satu keluarga atas nama Taufik terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Camat Makmur, Asrial Vahmi, S.STP., M.Tr.IP, kepada Kabar Bireuen, Senin (29/12/2025), menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Bireuen untuk penanganan darurat.

“Kami sudah memesan tenda ke BPBD dan alat berat jenis beko untuk rumah yang rusak berat. Data penerima bantuan sudah kami kumpulkan dari para keuchik,” ujarnya.

Pada Rabu (31/12/2025), tenda bantuan tersebut telah disalurkan langsung ke sejumlah gampong, yakni Ulee Gle (2 unit), Cot Kruet (2 unit), Ara Lipeh (1 unit), dan Batee Dabai (1 unit).

Selain tenda, warga juga menerima paket sembako berupa mie instant, biskuit, susu, pampers, sereal, dan kebutuhan dasar lainnya. (Faisal Ali)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Kerahkan Alat Berat, Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor Paya Cut–Simpang Mulia

0
KABAR BIREUEN, Juli — Kondisi jalan longsor yang menghubungkan Gampong Paya Cut dengan Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya mendapat penanganan darurat, setelah...

BSI Aceh Gelar Media Gathering, Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran...

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Banks...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

KABAR POPULER

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Kerahkan Alat Berat, Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor Paya Cut–Simpang Mulia

0
KABAR BIREUEN, Juli — Kondisi jalan longsor yang menghubungkan Gampong Paya Cut dengan Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya mendapat penanganan darurat, setelah...