ISMAIL ADAM

KABAR BIREUEN – Terjangkitnya wabah virus corona (covid-19) di berbagai wilayah sangat berdampak pada perekonomian masyarakat, tidak terkecuali Kabupaten Bireuen. Untuk itu, Pemerintah diharapkan cepat tanggap melakukan penanggulangan.

“Wabah corona ini berdampak besar bagi perekonomian masyarakat, daya beli menurun, produktivitas juga menurun,” ujar Ismail Adam, Anggota DPRK Bireuen dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat (20/3/2020).

Kata Ismail Adam, Pemerintah Kabupaten Bireuen harus mengambil langkah-langkah strategis dan konkret untuk menghadapi persoalan ini.

“Banyak pelaku usaha yang terikat pinjaman modal di Bank. Apabila usaha mereka macet dalam situasi saat ini, dampaknya juga pada kewajiban membayar cicilan atau angsuran pinjaman,” terangnya.

Untuk itu, harap Ismail Adam, Pemkab Bireuen bisa menjadi jembatan antara masyarakat (pengusaha) dengan pihak perbankan jika ada masalah cicilan pinjaman. Misalnya, mengajukan permohonan keringanan bunga pinjaman dan kelonggaran waktu jatuh tempo, sampai dengan keadaan ekonomi benar-benar pulih.

Selanjutnya, program-program pembangunan untuk masyarakat harus segera dilaksanakan, agar perputaran ekonomi berjalan. Karena, sebagian ekonomi masyarakat tergantung pada dana Pemerintah, baik APBK maupun APBA.

“Jika program pemerintah tidak berjalan, yang lainnya juga akan berdampak, perekonomian semakin lesu,” terangnya.

Kemudian, lanjut Ismail Adam lagi, dalam hal penanganan wabah virus corona, tim gugus tugas penanganan corona yang sudah dibentuk oleh Pemkab Bireuen harus efektif bekerja dengan mengedepankan perlindungan diri sesuai standar ditetapkan Pemerintah.

Politikus asal daerah pemilihan Gandapura, Makmur dan Kutablang yang sudah tiga periode duduk sebagai legislatif Kabupaten Bireuen ini, mengingatkan Pemkab setempat untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui media ataupun sosialisasi langsung.

Terhadap penginapan-penginapan, ditekankan agar dilakukan pemantauan dan pengawasan khusus, mengingat Bireuen merupakan kota transit.

“Apalagi penginapan tidak resmi, sangat banyak di Bireuen yang dijadikan tempat menginap sales-sales dari luar daerah. Ini harus menjadi perhatian pihak terkait, agar semuanya aman. Saat ini kita lebih baik mencegah daripada mengobati,” paparnya.

Menurutnya, pemantauan terhadap tempat penginapan bukan berarti harus membatasi tamu-tamu hotel.

“Namun dinas terkait perlu melakukan sosialisasi kepada pemilik atau pengelola hotel terhadap langkah-langkah yang harus dilakukannya pada tamu hotel,” paparnya.

Walaupun di Aceh belum ada yang dinyatakan positif terkena virus corona, tandasnya, bukan berarti kita aman.

“Waspada itu perlu, namun tidak berlebihan. Dan pemerintah juga harus mempersiapkan terhadap hal-hal di luar prediksi,” imbuh Ismail Adam.

Ismail Adam juga meminta kepada Plt Bupati Bireuen agar menyediakan isentif tambahan untuk petugas medis yang menangani pasien corona.

“Pemkab Bireuen boleh menyediakan dana khusus menangangani wabah penyakit yang sudah mendunia. Khususnya insentif tambahan untuk petugas medis yang terlibat langsung menangani pasien terkena virus corona,” pungkasnya. (Rizanur)

BAGIKAN