KABAR BIREUEN, Peusangan – Setelah tiga tahun mengabdi di luar daerah, Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik di tanah kelahirannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung misi besar: membangun kemandirian pangan melalui kolaborasi mahasiswa dalam Gerakan Kampus Berdampak.
Program KKM Angkatan XXVII Tahun Akademik 2024/2025 tersebut akan dilaksanakan selama satu bulan penuh, mulai 30 Juli hingga 28 Agustus 2025, di empat desa di Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen.
Ketua Divisi Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Umuslim, Drs. Syarkawi, M.Ed, mengungkapkan, pemilihan lokasi ini merupakan hasil musyawarah antara pihak kampus dan mahasiswa.
“Kami memilih Kecamatan Peusangan Selatan karena dekat dengan kampus dan saat ini tengah dilaksanakan program penanaman padi gogo di tiga desa sasaran,” ujar Syarkawi, Jumat (25/7/2025).
Sebanyak 93 mahasiswa peserta KKM telah mengikuti pembekalan intensif selama tiga hari, dari Rabu hingga Jumat (25/7/2025), di Kampus Timur Umuslim. Mereka berasal dari berbagai fakultas, yaitu Fakultas Pertanian (4 orang), FKIP (3 orang), Fakultas Teknik (9 orang), FISIP (62 orang), FIKOM (14 orang), dan Fakultas Ekonomi (1 orang).

Ketua Divisi LPPM Umuslim, Drs. Syarkawi, M.Ed. (Foto: Dok. Umuslim)
Para mahasiswa akan ditempatkan di empat desa: Pulo Harapan, Darussalam, Blang Mane, dan Tanjong Beuridi. Selama pengabdian, mereka akan didampingi oleh empat dosen pembimbing lapangan (DPL) untuk memastikan kelancaran dan efektivitas program di lapangan.
Kepala LPPM Umuslim, Dr. H. Afkar, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa tema besar KKM kali ini, “Membangun Kemandirian Pangan melalui Kolaborasi Mahasiswa dalam Gerakan Kampus Berdampak”, sangat relevan dengan kondisi pertanian di Peusangan Selatan, terutama pengembangan padi gogo yang digalakkan bersama PTPN IV.
“Kali ini kita mengabdi di daerah sendiri, dengan fokus pada sektor pertanian yang memang menjadi potensi utama masyarakat setempat,” terang Dr. Afkar yang didampingi Syarkawi.
Meski lokasi pengabdian relatif dekat dengan kampus, mekanisme pemberangkatan mahasiswa tetap dilakukan secara formal. Dimulai dengan penyerahan mahasiswa kepada Bupati Bireuen. Kemudian, dilanjutkan ke pihak kecamatan, hingga ke masing-masing desa lokasi pengabdian.
Penutupan pembekalan KKM dilakukan oleh Wakil Rektor III Umuslim, sementara pemberangkatan peserta ke lokasi dijadwalkan berlangsung Rabu (30/7/2025), dan akan dilepas secara resmi oleh Bupati Bireuen di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Cot Gapu.
Program tersebut menjadi simbol nyata keterlibatan kampus dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan desa berbasis potensi lokal melalui kolaborasi strategis antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. (Red)









