KABAR BIREUEN- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen akan mengadakan rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk membahas 10 tuntutan pendemo dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bireuen.

Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad didampingi sejumlah anggoat dewan, seperti wakil ketua DPRK, Muhammad Arif,  Rusyidi Mukhtar, Hasanuddin Usman, Ismail Adam, Zulfahmi, kepada 10 perwakilan pendemo yang diterima masuk di halaman gedung dewan setempat, Senin siang (8/10/2018).

Perwakilan pendemo duduk di lantai halaman gedung dewan menyampaikan tuntutannya secara bergantian kepada anggota dewan yang menemui mereka yang dikawal polisi dan anggota Satpol PP Bireuen.

Kali ini, tak tampak lagi Muhammad Amin, politisi Partai Golkar dari Fraksi Karya Indonesia Damai yang sempat memancing emosi pendemo saat menerima perwakilan pengunjuk rasa.

Ridwan Muhammad di hadapan pendemo mengatakan, pihak dewan sangat terharu atas aksi yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya tersebut dan pihaknya menerima aspirasi mereka tersebut.

“Dalam seminggu ini surat tuntutan pendemo yang sudah kita terima akan dibahas dalam rapat Bamus, nantinya hasilnya akan disampaikan kembali kepada pendemo hari ini,” sebut Ridwan Muhammad.

Pihaknya, sebut Ridwan Muhammad, akan membahas tuntutan yang ditujukan untuk dewan, sementara tuntutan kepada Bupati atau eksekutif, akan disampaikan kepada Pemkab Bireuen. Ini bentuk dari tugas pengawasan dewan.

Dewan sendiri sudah mengesahkan pengadaan mobil tersebut dalam APBK-P 2018, sehingga kalaupun ditinjau ulang, maka itu hanya bisa dilakukan oleh Tim Evaluasi Provinsi.

Setelah mendapatkan tanggapan dari dewan dan menyerahkan tuntutannya, pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Sebelumnya sejak pagi,  puluhan mahasiswa dengan Koordinator aksi Iskandar serta orator antara lain, Azzhari, Zahri,  Wahyu iskandar, syibral Malisi, Saiful Bahri, Abdul Hadi, Isnardi, Yusri, M. Fadhil, Mandrikah dan Maleza, berunjuk rasa dengan membawa sejumlah poster, diantaranya beriskan foto rumah tak layak huni yang disandingkan dengan mobil , dibumbuhi tulisan “Jangan Ada Dusta dengan Rakyat, lalu “Mohon Dipertimbangkan”.

Ada juga poster bertuliskan “kami butuh bukti bukan Janji” “kami bukan sampah yang seenaknya dibuang dan dicampakkan”, “masih banyak rakyat yang butuh perhatian”. (Ihkwati)