Kamis, 14 Mei 2026

Terkait Konflik Satwa dan Perhutanan Sosial, Forum DAS Krueng Peusangan Audiensi dengan TA Khalid

KABAR BIREUEN – Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP) melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Ir. H. TA Khalid, MM, Anggota Komisi IV DPR RI, dalam rangka penanggulangan konflik satwa dan Perhutanan Sosial di landskap DAS Krueng Peusangan, Kamis, (16/1/2020) sore di Gedung Nusantara Senayan, Jakarta

Ketua Umum FDKP Suhaimi A Hamid yang juga anggota Komisi II DPRK Bireuen dalam pertemuan tersebut membicarakan permohonan dukungan dari TA Khalid sebagai anggota komisi IV DPR RI untuk pananggulangan konflik satwa dan perhutanan sosial di landskap DAS Krueng Peusangan.

“Saat ini kami dari FDKP bersama Bappeda Provinsi Aceh sudah membuat masterplan koridor satwa di DAS Peusangan. Kita mengharapkan masterplan tersebut tidak menjadi dokumen tanpa ada program-program yang dilakukan dalam penanggulangan konflik satwa secara berkelanjutan,” sebut Suhaimi.

Selain itu, lanjutnya, FDKP juga sedang mengadvokasi 8 titik perhutanan sosial yang dikelola oleh 8 mukim di DAS Peusangan.

Harapannya, Komisi IV DPR RI dapat mendorong percepatan izin ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) untuk perhutanan sosial hutan produksi DAS Peusangan yang meliputi Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah dan sebagian Aceh Utara.

“Tadi Pak TA Khalid menerima kunjungan kami di ruang kerjanya Gedung Nusantara Senayan. Beliau juga menyinggung perhutanan sosial yang dikelola oleh Mukim bisa menjadi solusi tersedianya lahan bagi para anggota kombatan GAM yang telah beliau sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IV dengan Kemen-LHK beberapa waktu lalu,” sebut aktivis lingkungan hidup yang akrab disapa Abu Suhai tersebut.

Karena itu, FDKP berharap  TA Khalid sebagai anggota komisi IV melakukan advokasi ke Kementrian terkait agar kegiatan tersebut terimplementasi di lapangan untuk kesejateraan masyarakat yang tinggal di kawasan pinggiran hutan.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI TA Khalid  mengatakan akan mengevaluasi permasalahan yang disampaikan oleh FDKP, dua isu tersebut harus dibuat pengkajian agar tidak berdampak terhadap ekosistem hutan setempat.

Dikatakannya, menyangkut persolaan perhutanan sosial dan konflik satwa adalah dua hal yang sangat berinteraksi. Konflik satwa itu terjadi dikarenakan ada wilayah hutan yang menjadi habitat satwa beralih fungsi menjadi lahan pertanian.

“Jangan sampai ketika hutan itu kita manfaatkan untuk lahan pertanian tergangu habitat satwa dan ekosistem kehidupan alam, begitu juga sebaliknya setelah jadi lahan pertanian satwa menggangu tanaman masyarakat,” jelas TA Khalid yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Aceh ini.

Intinya, jika program-program yang telah dibicarakan tadi dengan FDKP memenuhi persyaratan, dia bersama Komisi IV siap mengadvokasi ke kementerian terkait.

“Harapan kami FDKP dapat berkoordinasi dengan KPH dan DLHK Provinsi Aceh untuk mengkaji kembali wilayah-wilayah yang telah direncanakan, agar sesuai dengan kearifan ekosistem hutan setempat,” pungkasnya. (REL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Kerahkan Alat Berat, Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor Paya Cut–Simpang Mulia

0
KABAR BIREUEN, Juli — Kondisi jalan longsor yang menghubungkan Gampong Paya Cut dengan Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya mendapat penanganan darurat, setelah...

BSI Aceh Gelar Media Gathering, Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran...

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Banks...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Dukung Penguatan Infrastruktur Pelayanan Keagamaan, Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Pembangunan Gedung Layanan Haji

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menyerahkan hibah tanah kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Aceh yang diperuntukkan...

KABAR POPULER

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Dukung Penguatan Infrastruktur Pelayanan Keagamaan, Pemkab Bireuen Hibah Tanah untuk Pembangunan Gedung Layanan Haji

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi menyerahkan hibah tanah kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Aceh yang diperuntukkan...

Lepas Keberangkatan Jemaah Haji Kloter BTJ 08 Embarkasi Aceh, Ini Pesan Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh- Bupati Bireuen, Ir. H Mukhlis, ST, secara resmi melepas keberangkatan 393 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang...