KABAR BIREUEN – Sejumlah mahasiswa Aceh yang sedang menuntut ilmu di Arab Saudi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Aceh Madinah (IMAM), menjumpai Drs. H. Anwar Idris, anggota Komisi X DPR-RI Fraksi PPP, di Matangglumpangdua, Kabupaten Bireuen, Kamis (28/6/2018).

Maksud kedatangan mahasiswa tersebut menjumpai Drs. H. Anwar Idris, untuk menyampaikan beberapa permasalahan. Diantaranya, terkait kepedulian Pemerintah Aceh terhadap mahasiswa Aceh yang kuliah di Arab Saudi.

Selain itu, calon-calon dai itu juga mengungkapkan perihal pengelolaan harta wakaf Habib Bugak di Baitul Asyi yang dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan tujuan pemberi wakaf awal.

Asrul Fuadi, mantan Ketua IMAM yang sedang menempuh pendidikan S2 di Universitas Islam Madinah kepada Anwar Idris menyampaikan terima kasih atas sambutannya kepada mahasiswa.

Menurutnya, mereka sudah lama ingin bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat Aceh, namun baru malam itu terwujud. “Alhamdulillah malam ini kami disambut hangat secara kekeluargaan oleh bapak Anwar Idris,” katanya.

Selanjutnya, Asrul juga menjelaskan sekilas tentang organisasi IMAM dan kiprahnya selama ini.

“Tujuan kami mendirikan IMAM, untuk meningkatkan ukhwah sesama mahasiswa Aceh yang kuliah di Arab Saudi, baik di Madinah, Mekkah maupun Riyadh agar kami saling mengenal. Mengingat, jumlah mahasiswa asal Aceh yang kuliah di Arab Saudi hanya 18 orang,” papar Asrul yang didampingi rekan-rekannya yang masih junior.

Hal lain diungkapkan oleh rombongan IMAM tersebut, menyangkut kepedulian Pemerintah Aceh terhadap mahasiswa yang sedang belajar di Arab Saudi.

“Kami melihat, ada pemikiran dari Pemerintah Aceh bahwa mahasiswa yang kuliah di Arab Saudi itu sudah serba berkecukupan. Padahal tidak, kami mendapatkan fasilitas biaya yang pas-pasan dari Kerajaan Arab Saudi. Dan jika mau menggelar kegiatan perkumpulan sesama mahasiswa kami harus patungan sesama mahasiswa,” ketusnya protes.

Dan Asrul Fuadi, juga Akbar Ihsan selaku Ketua IMAM sekarang sangat berharap kepada Anwar Idris dapat menyampaikan persoalan ini kepada Gubernur Aceh.

Dikatakannya, ketika Gubernur Aceh Irwandi Yusuf berada di Arab Saudi beberapa waktu lalu, mereka pernah meminta untuk dapat bertemu, namun tidak mendapat respon.

“Harapan kami sekarang sama bapak Anwar Idris selaku wakil rakyat yang kami banggakan agar dapat menyampaikan persoalan ini kepada Gubernur Aceh. Termasuk masalah harta wakaf Habib Bugak di Baitul Asyi untuk ditelusuri lebih dalam mengenai pengelolaannya sekarang,” imbuh Asrul dan Akbar Ihsan.

Pada kesempatan itu, Anwar Idris menyambut baik maksud kedatangan mahasiswa dari Arab Saudi yang tergabung dalam IMAM. Meskipun ada yang dari Kuta Cane, Aceh Tenggara menyempatkan diri untuk hadir bertemu dengannya.

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat bersilaturahim dengan adik-adik calon intelektual yang sedang menuntut ilmu di negara Arab,” kata Anwar Idris.

Menurut politisi tua yang sudah 19 tahun menjadi anggota legislatif, mulai dari DPRK, DPRA sampai DPR-RI sekarang ini, saat ini dana untuk Aceh berlimpah dari berbagai sumber, baik DAU, DAK, Otsus, Migas dan lainnya.

“Terus terang saya sangat kecewa dengan adanya kasus begal beasiswa yang terungkap baru-baru ini. Ini sungguh keterlaluan terjadi di Aceh, dan harus diproses hukum siapapun pelakunya,” ujar mantan Wakil Ketua DPRK Bireuen ini.

Menyangkut dengan harapan IMAM, Anwar Idris berjanji akan mencoba menyampaikannya kepada Gubernur Aceh nanti, agar ke depan Pemerintah Aceh juga memperhatikan mahasiswa yang kuliah di luar negeri. (Rizanur)

 

BAGIKAN