KABAR BIREUEN– Team Code Blue Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen berhasil meyelamatkan pasien, seorang anak berusia 2 tahun yang tertelan biji rambutan, Senin (18/12/2017).
Pasien berinisial M datang dengan keluhan penurunan kesadaran plus sianosis (membiru seluruh badan).
Dr Hulaimi, salah dokter umum yang piket di RSUD dr Fauziah Bireuen kepada Kabar Bireuen, Senin malam (18/12/2017) menyebutkan, begitu pasien tersebut datang dalam keadaan membiru seluruh badan, Team triase Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang diketuai oleh Ns. Jufridhal S.kep( Jeff Awk) lansung menghubungi team code blue untuk segera mengambil peralatan medis.
Saat pasien datang sudah membiru dan nafasnya satu-satu, ditangani team dokter UGD piket yang sedang bertugas, selain dirinya ada dr Faklina dan dr Chairunisa lansung menelpon dr Syahrizal Sp.THT-KL dan dr Mujiburahman Sp.AN.
“Kita harus melakukan pengananan dalam waktu singkat dan yang tepat, akhirnya bisa menyelamatkan pasien tertelan biji rambutan,” sebutnya.
Dikatakan dr Hulaimi, kejadian ini harus diantisipasi oleh team, jika terlambat maka anak tersebut bisa meninggal.
“Alhamdulillah dr Syahrizal Sp.THT-KL yang kami hubungi cepat sekali datang ke IGD , kuranbg lebih 3 menit langsung beliau datang. Lalu sambil menerima Hp, kami juga diminta menghubungi dokter anestesi supaya dilakukan tindakan di OK, sampai dr Syahrizal Sp.THT datang, beliau langsung meminta alat emergensi sebelum kami sudah melakukan Heimlich manuver,” ungkapnya.
Heimlich manuver , jelasnya, adalah teknik respon darurat yang bisa menyelamatkan jiwa dalam beberapa detik.
“Alhamdulillah, kita langsung tangani dengan cepat dan tepat, karena saat inspirasi (proses masuknya udara ke paru-paru-red), biji rambutan tidak sempat masuk kerongkongan,” terangnya.
Saat ini, katanya, pasien M sudah bisa bernafas spontan dan butuh perawat 24 jam untuk melihat kondisi lanjutan.
Hulaimi berpesan kepada ibu, terutama ibu muda supaya berhati-hati dalam memberikan makanan, apalagi biji rambutan kecil dan keras tentunya sangat berbahaya bila tertelan.
Untuk diketahui, Team Code Blue adalah team yang di SK-kan Direktur untuk menangani pasien serangan jantung (cardiac Arrest) atau mengalami gagal nafas akut (respirator yang Arrest). (Ihkwati)











