KABAR BIREUEN, Bireuen – Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PPP, Drs H Anwar Idris, mengajak masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Bireuen tidak terpecah belah akibat beda dukungan atau pilihan pada Pilkada 2024.
“Silahkan beda pilihan, tetapi masyarakat tetap harus kompak. Karena beda politik hal biasa di negara demokratis. Siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin, itulah pilihan rakyat,” kata Anwar Idris, pada acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Aula Utama Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Jumat (10/5/2024).
Di hadapan sekitar 150-an peserta yang hadir, Anwar Idris menyebutkan, pada Pemilu legislatif dan Pilpres yang berlangsung 14 Februari lalu, masyarakat Aceh sudah membuktikan, pesta demokrasi dapat berjalan sukses.
“Menurut saya, Pemilu 2024 di Aceh secara keseluruhan berlangsung aman dan damai, tanpa ada gejolak apa pun. Meskipun ada pihak yang mengkhawatirkan situasi politik di Aceh akan ‘panas’ saat itu. Tetapi tidak terbukti. Dan ini harus dipertahankan terus, agar pihak manapun tidak ragu dengan Aceh, bahwa Aceh daerah paling aman,” papar politikus senior partai berlambang kakbah ini.
Pada Pilkada 2024, lanjut Anwar Idris, kekompakan harus ditingkatkan lagi, agar mampu memilih pemimpin yang berkualitas demi kemajuan Aceh.
Dalam kesempatan itu, mantan Ketua Pembina Yayasan Almuslim Peusangan yang 25 tahun menjabat anggota legislatif, memberikan ulasan tentang empat pilar MPR RI.
Disebutkannya, tugas dan wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR sesuai Pasal 3 UUD Tahun 1945.
“Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1946, MPR diberi wewenang, mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar, melantik Presiden dan Wakil Presiden, dan melakukan hak angket terhadap kebijakan pemerintah,” jelas Anwar Idris.
Sebutnya lagi, kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR merupakan perintah UU nomor 17 tahun 2014.
“Kegiatannya boleh dilaksanakan di gedung DPR, kampus, pesantren maupun perkampungan masyarakat. Demikian juga pesertanya. Siapa pun warga negara Republik Indonesia berhak mengikuti kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR. Kalau dulu disebut 4 Pilar Kebangsaan, sekarang sudah diganti menjadi 4 Pilar MPR,” paparnya.
Kegiatan tersebut dihadiri peserta dari berbagai kalangan, seperti tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa dan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Rizanur)











