KABAR BIREUEN – Masyarakat petani padi yang tergabung dalam wilayah Blang Peuranteng mengadakan “Khanduri Dara Padee” di kawasan persawahan Blang Peuranteng, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (16/5/2022).
Khanduri dara padee merupakan tradisi turun-tumurun dalam melaksanakan kegiatan pertanian khususnya untuk tanaman padi.
Khanduri dara padee dsecara khusus dilaksanakan pada saat padi sudah mulai tumbuh subur sekitar umur 40 hari paska tanam, dan disertai dengan hidangan khas dari biri-biri yang dimasak secara bersama-sama oleh para petani.
Kegiatan ini juga dimulai dengan do’a bersama, yang dipimpin oleh Tgk. Usman Badai, dilanjutkan sambutan tokoh masyarakat yang merupakan “Keujreun Chiek” H. Yusri Abdullah.
Dalam Sambutannya H. Yusri Abdullah menyampaikan, pelaksanaan khanduri Dara Padee” adalah tradisi yang harus dijaga agar setiap perbuatan juga terjaga.
Tradisi dalam menjalankan usaha pertanian sudah diatur sedemikian rupa oleh pendahulu kita dengan kajian dan hitungan yang baik, arah angin curah hujan dan waktu turun ke sawah.
“Ada tiga tradisi khanduri yaitu khanduri blang yang dilakukan saat hendak turun kesawah, khanduri dara padee dilaksanakan saat padi sudah tumbuh subur, dan khanduri ie bu dilaksanakan pada saat padi sudah mulai mengisi bulir,” jelas H. Yusri.
Camat Peusangan Ibrahim, Sos yang turut hadir bersama Muspika Peusangan dan Penyuluh Pertanian juga mengimbau kepada masyarakat khususnya petani agar meningkatkan kegiatan gotong royong, terutama saat hendak turun kesawah.
Ibrahim juga mengatakan agar petani mematuhi jadwal turun kesawah yang sudah disepakati dan diatur oleh pemerintah, tujuannya adalah agar terhindar dari hama serta penyakit lainnya.
Turut hadir Muspika Peusangan dan sejumlah tokoh masyarakat dan para petani dari Gampong Tanjong Paya, Tanjong Mesjid, Tanjong Nie, Keude Tanjong dan Pante Cut. (Rahmadsyah Harahap/Jurnalis Warga)










