KABAR BIREUEN – Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Raja Rimba III, Gampong Uteun Bunta, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen mulai memanen jagung, Kamis (18/3/2021)

Jagung yang dipanen tersebut merupakan benih bantuan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen tahun 2020. Dan penanamannya dilakukan awal November 2020.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Hafni SP, mengatakan, Poktan Raja Rimba III mendapatkan bantuan 975 kg benih jagung hibrida untuk ditanam di areal seluas 65 hektar.

“Dan kemaren (Kamis, 18 Maret 2021) 65 hektar sudah dapat dipanen serentak,” kata Hafni, kepada Kabar Bireuen, Jumat (19/3/2021).

Menurut Hafni, hasil panen jagung Poktan Raja Rimba III mencapai target.

“Hasilnya kita taksir mencapai tiga ton per-hektar dengan harga Rp3.200 – Rp4.000 per-kilo,” ujarnya.

Katanya, selain bantuan benih, petani juga diberikan pupuk dan insektisida untuk perawatan tanaman.

Untuk mendapatkan hasil produksi yang baik, lanjut Hafni, ia selaku petugas penyuluh lapangan di Uteun Bunta, rutin memberikan pendampingan.

“Kami rutin memberikan penyuluhan kepada petani, mulai dari pembersihan lahan sampai waktu panen. Biar hasil yang diperoleh petani maksimal,” katanya.

Sementara itu Ketua Poktan Raja Rimba III, Mukhtaruddin mengucapkan terima kasih kepada kepala dan penyuluh di BPP Kecamatan Peusangan.

Katanya, dengan adanya bantuan benih jagung, pupuk dan insektisida dari Distanbun Bireuen sangat membantu petani.

“Alhamdulillah. Hasil panen kami tahun ini sangat bagus. Semoga pendapatan kami juga bisa meningkat kalau pemerintah dapat menjamin harga beli jagung tidak merosot waktu panen,” ujar Mukhtaruddin.

Selain itu, Mukhtaruddin berharap, pemerintah dapat membantu peralatan untuk mengatasi hama babi.

“Harapan kami, ke depan kalau ada bantuan, alat jerat babi diberikan. Kami kewalahan mengatasi babi di sini,” pungkasnya. (Rizanur)