KABAR BIREUEN- Ada suasana berbeda di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) atau Puskesmas dalam Kabupaten Bireuen, Jumat (22/12/2017).
Betapa tidak, petugas di Puskesmas di bawah Jajaran Dinas Keseharan Bireuen itu mengenakan kebaya syariah untuk perempuan dan baju koko putih dan peci hitam untuk petugas medis laki-laki.
Ternyata, pakaian berbeda dari jari biasanya itu sengaja dikenakan oleh staf dan perugas medis di Puskesmas tersebut dalam rangka memperingati Hari Ibu, yang jatuh pada Jumat, 22 Desember 2017.
Hal itu sesuai instruksi dan himbauan Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Amir Addani M.Kes, agar mengenakan pakaian tersebut di tempat kerja masing-mading,
Amir Addani juga menghimbau agar mendahulukan pelayanan kepada ibu-ibu lansia, kecuali emergency, dan semua dilakukan tidak melamggar Syariat Islam.
“Hal ini terilhami dari keberhasilan seseorang yang tak terlepas dari dua faktor, yaitu doa ibu yang selalu mendoakan dan meridhai langkah dan kehidupan serta keluarga yang selalu memotivasi dan mendampingi setiap langkah,” jelas Amir Addani kepada Kabar Bireuen, Jumat (22/12/2017).
Dikatakan Amir Addani, dalam memeriahkan Hari Ibu tersebut, setiap Pusat Kesehatan Masyarakat punya seni tersendiri, termasuk memberikan pelayanan terbaik kepada para ibu lansia serta ada yang membagikan kado atau hadiah sebagai ungkapan terima kasih kepada para ibu.
Sementara di PKM lainnya digelar pengajian sebgaia bentuk syukur dan ucapan terima kasih. (Ihkwati).











