Kamis, 22 Januari 2026

Penyulingan Minyak Mentah Tradisionil di Blang Seupeung Sangat Berbahaya Terhadap Keselamatan Jiwa

KABAR BIREUEN – Penyulingan minyak mentah secara tradisionil oleh masyarakat Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen yang telah berlangsung beberapa bulan lalu, sangat berbahaya terhadap keselamatan jiwa, kesehatan masyarakat dan pencemaran lingkungan.

Karena itu, warga masyarakat Desa Blang Seupeung diminta segera menghentikan pengeboran dan penyulingan minyak mentah secara tradisionil, sebab sangat mudah terbakar. Ini guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pekerja penyulingan maupun warga masyarakat setempat.

Kadis Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Bireuen melalui Kabid Lingkungan Hidup Safrizal, ST menegaskan hal itu menjawab pertanyaan Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Selasa (16/1/2018).

Dikatakan Safrizal, pihaknya bersama tim UPTD Pertambangan Aceh sudah turun ke lokasi pengeboran dan penyulingan minyak mentah di Blang Seupeung akhir Desember 2017. Mengingatkan para pengelola pengeboran dan penyulingan minyak mentah dihentikan.

Standar penyulingan minyak mentah, kata Safrizal, wewenang Pertamina yang lebih tahu. Tidak boleh dilakukan tanpa seizin Pertamina. Karena beresiko tinggi terhadap keselamatan jiwa, merusak lingkungan dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitarnya.

Konon lagi, katanya, bahan peralatan yang digunakan masyarakat untuk menyuling minyak mentah masih tardisionil belum standar dan mudah terbakar.

“Pengeboran dan penyulingan minyak mentah oleh masyarakat Desa Blang Seupeung,  jangan terpaku dengan masalah ekonomi saja. Tapi, harus diperhatikan resiko terhadap keselamatan jiwa pekerja penyulingan, mengganggu kesehatan masyarakat dan dari limbah penyulingan minyak mentah dapat menimbulkan pencemaran lingkungan,” harapnya.

Menurut Safrizal di Desa Blang Seupeung, saat ini terdapat hampir 30 buah sumur pengeboran minyak mentah dari dalam tanah dialirkan ke dalam drum untuk dilakukan penyulingan secara tradisionil.

Pihaknya sudah mengambil sampel air di kawasan pengeboran dan penyulingan minyak mentah dan setelah dilakukan pengujian. Ternyata air di sekitar pengeboran dan penyulingan minyak mentah sudah tercemar minyak tidak layak dikonsumsi, karena dapat menganggu kesehatan.

“Selain itu minyak mentah sudah mencemari saluran air, yang mengairi sawah petani, sehingga dapat mengakibatkan padi sawah akan mati dicemari minyak mentah. Sementara asap yang ditimbulkan dari penyulingan minyak mentah, mencemari rumah-rumah penduduk dapat menimbulkan sesak nafas dan pusing, terutama bagi anak-anak dan warga usia lanjut,” papar Syafrizal. (Abu Iskandar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Donorkan Darah Capai 59 Kali, Warek III UNIKI Terima Penghargaan Kemanusiaan dari Pemkab Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Dedikasi tanpa henti dalam aksi kemanusiaan mengantarkan Wakil Rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M.,...

Berjalan Kaki Puluhan Kilometer, Mahasiswa UNIKI Hadirkan Pendidikan dan Trauma Healing ke Pelosok Aceh...

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tengah - Mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen menunjukkan dedikasi luar biasa dengan menembus medan ekstrem demi menghadirkan pendidikan bagi...

Harga Emas di Bireuen Hari Ini Tembus Rp7,7 Juta per Mayam

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Harga emas dengan satuan per mayam hari ini, Kamis (22/1/2026) tembus Rp7.700.000. Harga tersebut terus merangkak naik dalam satu bulan terakhir...

Didampingi HRD, Menteri PU Groundbreaking Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Kabupaten Bireuen,...

Diduga Korupsi Dana Operasional Rp1,1 Miliar, Bendahara DPMGP-KB Bireuen Ditahan Kejaksaan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menahan AM, Bendahara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Kabupaten Bireuen. Penetapan...

KABAR POPULER

Diduga Korupsi Dana Operasional Rp1,1 Miliar, Bendahara DPMGP-KB Bireuen Ditahan Kejaksaan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menahan AM, Bendahara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Kabupaten Bireuen. Penetapan...

Didampingi HRD, Menteri PU Groundbreaking Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Kabupaten Bireuen,...

Analisis Kebijakan Bupati Bireuen dalam Pembangunan Hunian Tetap

0
Oleh: M. Zubair ASN Pemkab Bireuen, Warga di Daerah Terdampak Banjir BENCANA alam berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen tidak hanya menyisakan kerusakan...

Harga Emas di Bireuen Hari Ini Tembus Rp7,7 Juta per Mayam

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Harga emas dengan satuan per mayam hari ini, Kamis (22/1/2026) tembus Rp7.700.000. Harga tersebut terus merangkak naik dalam satu bulan terakhir...

Donorkan Darah Capai 59 Kali, Warek III UNIKI Terima Penghargaan Kemanusiaan dari Pemkab Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Dedikasi tanpa henti dalam aksi kemanusiaan mengantarkan Wakil Rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M.,...