Penyulingan Minyak Mentah Tradisionil di Blang Seupeung Sangat Berbahaya Terhadap Keselamatan Jiwa

KABAR BIREUEN – Penyulingan minyak mentah secara tradisionil oleh masyarakat Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen yang telah berlangsung beberapa bulan lalu, sangat berbahaya terhadap keselamatan jiwa, kesehatan masyarakat dan pencemaran lingkungan.

Karena itu, warga masyarakat Desa Blang Seupeung diminta segera menghentikan pengeboran dan penyulingan minyak mentah secara tradisionil, sebab sangat mudah terbakar. Ini guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pekerja penyulingan maupun warga masyarakat setempat.

Kadis Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Bireuen melalui Kabid Lingkungan Hidup Safrizal, ST menegaskan hal itu menjawab pertanyaan Kabar Bireuen di ruang kerjanya, Selasa (16/1/2018).

Dikatakan Safrizal, pihaknya bersama tim UPTD Pertambangan Aceh sudah turun ke lokasi pengeboran dan penyulingan minyak mentah di Blang Seupeung akhir Desember 2017. Mengingatkan para pengelola pengeboran dan penyulingan minyak mentah dihentikan.

Standar penyulingan minyak mentah, kata Safrizal, wewenang Pertamina yang lebih tahu. Tidak boleh dilakukan tanpa seizin Pertamina. Karena beresiko tinggi terhadap keselamatan jiwa, merusak lingkungan dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitarnya.

Konon lagi, katanya, bahan peralatan yang digunakan masyarakat untuk menyuling minyak mentah masih tardisionil belum standar dan mudah terbakar.

“Pengeboran dan penyulingan minyak mentah oleh masyarakat Desa Blang Seupeung,  jangan terpaku dengan masalah ekonomi saja. Tapi, harus diperhatikan resiko terhadap keselamatan jiwa pekerja penyulingan, mengganggu kesehatan masyarakat dan dari limbah penyulingan minyak mentah dapat menimbulkan pencemaran lingkungan,” harapnya.

Menurut Safrizal di Desa Blang Seupeung, saat ini terdapat hampir 30 buah sumur pengeboran minyak mentah dari dalam tanah dialirkan ke dalam drum untuk dilakukan penyulingan secara tradisionil.

Pihaknya sudah mengambil sampel air di kawasan pengeboran dan penyulingan minyak mentah dan setelah dilakukan pengujian. Ternyata air di sekitar pengeboran dan penyulingan minyak mentah sudah tercemar minyak tidak layak dikonsumsi, karena dapat menganggu kesehatan.

“Selain itu minyak mentah sudah mencemari saluran air, yang mengairi sawah petani, sehingga dapat mengakibatkan padi sawah akan mati dicemari minyak mentah. Sementara asap yang ditimbulkan dari penyulingan minyak mentah, mencemari rumah-rumah penduduk dapat menimbulkan sesak nafas dan pusing, terutama bagi anak-anak dan warga usia lanjut,” papar Syafrizal. (Abu Iskandar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya, Ini Juara Karnaval HUT ke-81 RI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -Pemerintah Kabupaten Bireuen (Pemkab) melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen mengelar Malam Apresiasi Festival Pawai Budaya dalam rangka menyemarakan...

Bupati Bireuen Bubarkan Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menggelar malam resepsi dan pembubaran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 dalam rangka Hari Ulang...

Perkuat Gerbang Pembayaran Nasional, BSI Luncurkan Hasanah KKI Card

0
KABAR BIREUEN, ‎Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai solusi pengelolaan finansial yang aman,...

Rumah Warga Mata Ie Ludes Terbakar, Ketua PMI Bireuen Langsung Salurkan Bantuan Masa Panik

0
KABAR BIREUEN, Peusangan Selatan - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., turun langsung mengantarkan bantuan masa panik kepada warga...

Dilepas Bupati Mukhlis, Pawai Budaya HUT ke-81 RI di Bireuen Meriah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen setempat menggelar Festival Pawai Budaya. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari...

KABAR POPULER

Dipimpin Bupati Bireuen, Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Berlangsung Khidmat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, berlangsung...

Anggota Paskibraka Bireuen 2026 Sukses Laksanakan Tugas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 telah sukses dan tuntas mengemban tugas mulia mengibarkan serta menurunkan Bendera Merah...

Dilepas Bupati Mukhlis, Pawai Budaya HUT ke-81 RI di Bireuen Meriah

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen setempat menggelar Festival Pawai Budaya. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari...

Hadiri Penutupan Turnamen Sepak Bola Antar-Gampong di Gandapura, Ketua DPC PPP Bireuen Edi Saputra...

0
KABAR BIREUEN, Gandapura – Ribuan warga memadati Lapangan Bola Kaki Gampong Samuti Krueng, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Minggu (16/8/2026), untuk menyaksikan laga final dan...

Pawai Obor Tandai Upacara Taptu Jelang Peringatan HUT ke-81 RI di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, menggelar Upacara Taptu (penetapan waktu). Peserta dilepas Bupati...