KABAR BIREUEN– Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Putroe Aceh melantik Pengurus LSM Putroe Aceh Kabupaten Bireuen dan LSM Putroe Aceh Kecamatan se Kabupaten Bireuen.

Pelantikan Badan Pengurus LSM Putroe Aceh Kabupaten Bireuen berlangsung di Aula Lama Setdakab Bireuen, Selasa (17/3/2021)

Acara itu dihadiri Asisten Bidang Administrasi Setdakab Bireuen, Dailami SHut, sejumlah Anggota DPRK Bireuen Fraksi Partai Aceh.

Ketua DPP- LSM Putroe Aceh, Dr Hj Mariati MR, MSi kepada pengurus dilantik itu supaya mampu membesarkan Putroe Aceh Kabupaten Bireuen dan pengurus di tingkat kecamatan.

“LSM Putroe Aceh tidak ada uang, tapi dengan LSM ini kita bisa mengangkat harkat dan martabat perempuan. Karenanya saya berharap kepada pengurus organisasi ini mampu memperjuangkan terutama hak hak perempuan,” sebutnya.

Ketua Pembina LSM Putroe Aceh Kabupaten Bireuen Tgk. Darwis Djeunieb yang diwakili H. Khalili SH mengatakan, pembentukan LSM Putroe Aceh Kabupaten Bireuen dan tingkat kecamatan se Kabupaten Bireuen untuk mengembalikan harkat dan martabat perempuan seperti di masa lalu.

Pada kesempatan itu, Khalili SH juga menguraikan tentang tujuan berorganisasi bagi kaum hawa.

Kata Khalili dengan organisasi semua jadi mudah, namun setiap mengambil kesimpulan harus melalui musyawarah dan mufakat tidak mengedepankan kehendak masing masing.

Sebutnya lagi, Pengurus LSM Putroe Aceh Kabupaten Bireuen dan pengurus LSM Putroe Aceh Kabupaten Bireuen di tingkat kecamatan semuanya sayap Partai Aceh (PA)

“LSM ini merupakan sayap Partai Aceh. Kegunaan sayap untuk terbang tapi sayap yang sudah dilantik ini supaya dikeprak untuk Partai Aceh bukan untuk partai politik lain,” harap Khalili.

Seterusnya, politikus Partai Aceh ini yang juga anggota DPRA mengingatkan Pengurus Putroe Aceh Bireuen supaya tidak terbuai dengan “peng grik” atau uang recehan yang sering diberikan orang lain untuk kepentingan sesaat.

“Kita tidak boleh lalo ngon peng grik, tapi dengan Putroe Aceh Kabupaten Bireuen berjuang untuk mengembalikan marwah perempuan Aceh seperti masa lalu,” sebut Khalili.

Sementara Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Administrasi, Dailami SHut mengatakan, kehadiran LSM Putroe Aceh Kabupaten Bireuen dan pengurus di tingkat kecamatan memang sangat dibutuhkan pihak Pemkab Bireuen untuk meningkatkan peran perempuan di kabupaten ini.

Adapun pengurus yang dilantik itu terdiri dari, Pembina, Tgk. Darwis Djeunieb, Ridwan Muhammad, dan Rusyidi Mukhtar, SSos alias Ceulangik.

Penasihat, Aisyah A Latif, Deva Novita, dan Nurhasanah. Badan Pengurus, Ketua, dan Wakil Ketua, Rosnawati SPd-l, Irmawati, Ti Hamamah, Lia Naniar, dan Yusnawati.

Sekretaris dan Wakil Sekretaris, Yuhani, Rizawari, Ristina, Yuluani, dan Fauziah. Bendahara dan Wakil Bendahara, Wardani, Nursyimah, dan Salwa Hanum. (Rizanur)