KABAR BIREUEN – Sejumlah kader dan simpatisan Partai Aceh (PA) Kabupaten Bireuen, menolak hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Bireuen.

Alasannya, pelaksanaan Muswil tersebut diduga tidak sesuai dengan mekanisme dalam AD/ART partai.

Salah seorang eks kombatan GAM dan juga mantan Panglima Wilayah III Batee Iliek, Sufri Daud alias Boing yang didampingi Wakil Ketua Komando Pusat Partai Aceh, Adly Tjalok, menyampaikan, pihaknya mewakili sejumlah eks kombatan GAM Bireuen, menolak hasil Muswil DPW PA Bireuen tersebut.

Penolakan tersebut, karena tidak terpenuhinya beberapa syarat sebagaimana ketentuan partai.

Salah satu syarat tersebut yang tidak terpenuhi pada Muswil DPW PA Bireuen itu, menurut Boing, tidak adanya Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pengurus partai.

“Panitia Muswil juga tidak membuka pendaftaran calon ketua umum. Sehingga, menutup peluang bagi kader lain untuk mencalonkan diri,” kata Boing dalam konferensi pers di Coffee Break, Bireuen, Minggu (27/10/2019).

Selain itu, kata dia, pelaksanaan Muswil tersebut juga terkesan tertutup. Buktinya, banyak kader dan juga pendiri partai, tidak mendapatkan undangam Muswil.

“Kalau begini terus, mustahil PA akan maju. Seharusnya, Tgk Darwis Jeunieb merangkul semua eks kombatan GAM. Sebab, PA bukan partai beliau sendiri. PA adalah partai masyarakat Aceh,” tegas Sufri Daud yang didampingi eks kombatan GAM lainnya.

Pada kesempatan tersebut, mantan anggota DPRA dari PA Dapil Bireuen, Adly Tjalok, menambahkan, selama dia aktif di Partai Aceh Bireuen sampai sekarang, belum pernah ada laporan pertanggungjawaban keuangan partai.

“Lebih kurang 13 Tahun PA Bireuen berdiri, belum pernah ada LPJ-nya,” sebut Adly Tjalok.

Seolah-olah, kata Adly, Partai Aceh di Bireuen hanya milik satu orang. Padahal, menurut,dia, Partai Aceh adalah partai perjuangan yang lahir dari nyawa dan darah para syuhada.

“Saya merasa kecewa, kalau begini diperlakukan pimpinan Partai Aceh Bireuen. Seharusnya, PA terbuka bagi semua kalangan,” sesal Adly Tjalok.

Selain itu, para eks kombatan GAM itu juga meminta kepada Panitia Muswil dan Darwis Jeunieb, untuk sama-sama mengedepankan prinsip musyawarah serta merangkul semua kalangan untuk memperkuat kembali Partai Aceh. Bukan malah memperlemahnya.

Baik Boing maupun Adly Tjalok dan juga rekan mereka yang lain, mengaku, bukan tidak setuju Tgk Darwis Jeunieb kembali jadi Ketua DPW PA Bireuen. Tapi, pelaksanaan Muswil-nya harus sesuai aturan yang berlaku.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, dalam Muswil Partai Aceh Kabupaten Bireuen di Hotel Bireuen Jaya, Minggu (27/10/2019), Darwis Jeunieb kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPW PA Bireuen periode 2019-2024. (Suryadi)

BAGIKAN