KABAR BIREUEN – Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) bisa memberikan rekomendasi jika dalam perhitungan suara ditemukan adanya potensi-potensi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.
“Jika ada terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum baik oknum penyelenggara pemilu maupun oknum peserta pemilu diharapkan untuk segera ditegur dan saksi dapat menyampaikan kepada PTPS atau menyampaikan langsung kepada KPPS,” tegas Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Panwaslih Bireuen, Baihaqi.
Hal itu disampaikan Baihaki di hadapan ribuan peserta saksi peserta pemilu serentak 2024 di Kabupaten Bireuen yang mengikuti Training of Trainer (TOT) di Ballroom Hotel Fajar, Senin (05/2/2024).
Dia berharap antara saksi dan PTPS harus saling berkolaborasi, PTPS dengan saksi memiliki kewenangan yang sama.
Dikatakannya, Panwaslih selain melakukan pengawasan tentang penyelenggaran pemilu, juga mempunyai kewenangan untuk memberi pendidikan khususnya kepada saksi.
“Pendidikan yang diberikan dalam hal mengawal, dan menjadi saksi pada pemungutan dan penghitungan suara nantinya,” jelasnya.
Para peserta yang mengikuti ToT ini bisa menjadi ujung tombak melakukan pelatihan-pelatihan berikutnya kepada saksi di kecamatan masing-masing.
Dijelaskan Baihaki, pelatihan TOT ini bertujuan untuk terwujudnya kelancaran penyelenggaraan pemilu yang berkualitas, tertuang dalam pasal 351 Undang-undang Pemilu tahun 2017 digelar oleh Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) Bireuen,
Sebelumnya, Koordinator Sekretariat Panwaslih Bireuen, Dewi Utami melaporkan, Training of Trainer ini diikuti 1.105 saksi dari 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.
Setiap kecamatan berjumlah 65 orang, terdiri para saksi dari partai politik berjumlah 24 orang, DPD 33 orang, Cawapres 3 orang dan Panwaslu Kecamatan 5 orang.
Kegiatan Training of Trainer tersebut menghadirkan nara sumber unsur dari Penggiat Pemilu, Desi Safnita, M.Sos dan Darmawan S.Pd dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen.
“Bentuk kegiatan ini dalam Paket Meeting Fullday,” jelas Dewi Utami. (Herman Suesilo)










