KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai menyalurkan bantuan jatah hidup (jadup) bagi korban banjir dan tanah longsor dengan total anggaran mencapai Rp22,1 miliar. Program ini menyasar 16.374 jiwa atau 4.759 kepala keluarga (KK) terdampak bencana.
Penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, didampingi Kepala Dinas Sosial, Ismunandar, ST, MT, di Meuligoe Bireuen, Jumat (3/4/2026). Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada 103 KK bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.
Kepala Dinas Sosial Bireuen, Ismunandar, menjelaskan bahwa setiap penerima memperoleh Rp15.000 per jiwa per hari atau setara Rp450.000 per bulan. Bantuan tersebut akan diberikan selama tiga bulan.
“Untuk tahap pertama, total anggaran jadup yang disalurkan mencapai Rp22.104.900.000 dengan jumlah penerima 16.374 jiwa atau 4.759 KK,” ujarnya.
Menurut Ismunandar, proses penyaluran selanjutnya akan dilakukan melalui kantor pos mulai Senin mendatang. Para penerima akan mendapatkan undangan resmi dari PT Pos Indonesia untuk pencairan bantuan.

Bagi masyarakat yang merasa terdampak namun belum menerima bantuan, diminta segera melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen untuk diverifikasi.
“Jika ada yang belum terdata, silakan melapor. Nanti akan kami cek langsung ke lapangan,” kata Ismunandar.
Dijelaskannya, pemerintah juga menetapkan batas waktu pencairan bantuan hingga 30 April 2026. Jika bantuan belum diterima hingga batas tersebut, kemungkinan disebabkan ketidaksesuaian data, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak sinkron antara KTP dan Kartu Keluarga.
“Tidak ada istilah meninggalkan korban. Semua masih dalam proses. Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar,” tambahnya.
Selain penyaluran jadup, sebut Ismunandar, Pemkab Bireuen juga akan memverifikasi lanjutan untuk penanganan rumah korban bencana pada tahap kedua. (Suryadi)











