KABAR BIREUEN – Dampak tertunggaknya pembayaran klaim BPJS Kesehatan sejak September 2017 yang mencapai angka puluhan miliar rupiah, operasional di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Fauziah Bireuen pun terganggu.
Demikian diungkapkan Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Mukhtar, MARS melalui Wakil Direktur Umum dan Administrasi, dr. Irwan A. Gani kepada Kabar Bireuen, Selasa (9/1/2018) di ruang kerjanya.
“Untuk saat ini operasional rumah sakit terganggu, namun pelayanan kepada masyarakat tetap masih berjalan normal, meskipun arah ke sana (terancam pelayanan) ada jika tunggakan ini tidak segera dibayarkan pihak BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Menurut Irwan, untuk menyediakan obat-obatan, bahan makanan dan minum pasien pihak rumah sakit telah melakukan negosiasi dengan penyedia barang sebelumnya agar bersedia melanjutkan pasokan dan berpedoman anggaran tahun lalu.
“Jasa tenaga medis pun belum dapat kami bayarkan, karena harus menunggu pencairan klaim BPJS Kesehatan,” tandasnya.
Saat ini, pihak rumah sakit juga tak bisa membayar rekanan yang telah selesai mengerjakan proyek-proyek fisik di RSUD dr. Fauziah Bireuen, yang seharusnya wajib dilunasi di akhir tahun 2017.
Disinggung jumlah kewajiban pihak rumah sakit dengan rekanan, Wadir RSUD dr. Fauziah Bireuen ini mengaku belum mendata secara keseluruhan.
“Untuk sementara angka pastinya belum diketahui, karena laporan keuangan belum dibuat secara menyeluruh. Nanti kalau sudah direkap semua, akan jelas jumlah pastinya,” kata mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen ini.
Menyangkut dengan waktu pelunasan kepada rekanan dan pembayaran jasa tenaga medis, Irwan memastikan segera menyelesaikan seluruh kewajiban pihak rumah sakit setelah dilakukan pencairan klaim BPJS Kesehatan.
“Dan kami berharap segera adanya titik terang terkait proses pencairan klaim BPJS Kesehatan ini, agar operasional dan pelayanan rumah sakit ini tidak terganggu, karena sumber utama rumah sakit kita dari BPJS,” harapnya.
Mengenai target pendapatan RSUD dr. Fauziah Bireuen tahun 2017, imbuh dr. Irwan, tidak ada masalah.
“Target pendapatan kita mencapai, namun realisasi yang tidak tercapai. Jika tidak ada kas, ya tidak bisa kita belanjakan saat ini. Kas rumah sakit sekarang ada, tapi sangat minim,” tuturnya tanpa menjelaskan minim yang dimaksudnya tersebut. (Rizanur)









